Mau Punya Pom Bensin, Segini Modalnya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Meski teknologi penggerak listrik dilirik sebagai energi alternatif, namun sampai saat ini keberadaan pom bensin masih dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Alasannya sederhana, jumlah mobil dan motor yang memakai mesin konvensional masih mendominasi dan tidak mungkin digantikan begitu saja dalam waktu singkat oleh kendaraan listrik.

Jika melihat tahun-tahun sebelum adanya pandemi, penjualan sepeda motor setiap tahunnya bisa mencapai lebih dari enam juta unit. Sementara, kendaraan beroda empat termasuk mobil ada di angka satu juta unit.

Hal ini menunjukkan bahwa warga tetap butuh bahan bakar minyak atau BBM, sementara satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Tanah Air saat ini melayani 40 ribu kendaraan. Artinya, peluang bisnis SPBU masih terbuka luas.

Itu sebabnya Shell Indonesia menawarkan program kepemilikan SPBU pada para pebisnis, yang tersedia dalam dua pilihan.

Dikutip dari keterangan resmi yang diterima VIVA Otomotif pada Kamis 6 Mei 2021, pilihan pertama yakni model konvensional, di mana wujudnya sama persis dengan pom bensin mereka yang sudah banyak tersedia.

Model ini cocok untuk kawasan perkotaan atau pemukiman padat penduduk, dengan target pengunjung 400-600 kendaraan setiap hari. Modalnya 5-7 miliar, dan bakal mencapai titik Break Even Point atau BEP setelah 4-6 tahun.

Pilihan satu lagi cocok untuk kota lapis kedua atau area dengan jumlah penduduk sedang, dengan target pengunjung 150-250 kendaraan per hari. Konsep ini diberi nama Modular, dan menggunakan kontainer sebagai bangunannya.

Pengusaha yang tertarik memiliki SPBU Shell Modular perlu menyiapkan dana Rp1,5-2 miliar. Nantinya Shell akan meminjamkan peralatan selama 10 tahun, dan memberi pelatihan serta program pemasaran.