Mau Tentukan Jenis Kelamin Bayi? Ini Triknya saat Bercinta

Ichsan Suhendra, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVABercinta merupakan salah satu cara utama bagi pasangan untuk mencurahkan kasih sayang sekaligus mendapat keturunan. Siapa sangka, bercinta di waktu tertentu bisa membuat kita memprediksi jenis kelamin si calon bayi. Kok bisa?

Diberi anugerah untuk bisa merasakan kehamilan hingga melahirkan bayi sehat merupakan hal yang didambakan tiap pasangan. Tak sedikit pasangan yang ternyata juga mengharapkan jenis kelamin tertentu pada calon bayinya kelak.

Meski hal itu adalah rahasia ilahi, namun pasangan suami istri bisa mengupayakannya dengan memilih waktu yang tepat saat bercinta. Walau tak sepenuhnya benar, diakui dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi dan reproduksi dr Shanty Olivia Jasirwan, SpOG-KFER, waktu bersenggama memiliki andil yang cukup besar terhadap gender anak nantinya.

"(Memilih waktu bercinta) tidak betul-betul mitos atau fakta. Logikanya memang beberapa pasangan, untuk bisa mendapat anak laki-laki atau perempuan, ditentukan sel sperma suami yang bisa mengandung (kromosom) x atau y," paparnya dalam acara virtual Small Group Media Discussion bersama RS Pondok Indah, baru-baru ini.

Menurutnya, jika sperma yang membuahi membawa kromosom X, kemungkinan besar akan menghasilkan bayi laki-laki. Sebaliknya, sperma dengan kromosom Y, maka menghasilkan bayi perempuan.

"Ada beberapa teori, memang masih kontroversi, di mana sperma-sperma yang membawa sifat Y, bertahan hidup lebih pendek dibanding yang membawa sifat X," katanya lagi.

Artinya, apabila menginginkan bayi laki-laki, ikuti sifat kromosom X sehingga proses pembuahan sel telur sebaiknya dilakukan mendekati masa ovulasi. Sebab, waktu hidupnya lebih pendek untuk bisa membuahi sel telur.

"(Bercinta) dengan rentang dua atau tiga hari sebelum masa ovulasi," ungkapnya.

Sementara, dengan mengikuti sifat kromosom Y, maka pasangan yang menginginkan bayi perempuan bisa bercinta dengan rentang waktu lebih lama. Menurut penelitian, kata dokter Shanty, bisa sekitar empat sampai lima hari sebelum masa ovulasi.

"Jika ingin buahi sel telur dan ingin dapat anak perempuan, bersenggama 5 hari sebelum ovulasi. Ini tidak betul-betul mitos dan fakta karena angka keberhasilannya 50:50," katanya.