Mau Ungkap Asal Usul COVID-19, Penyelidik WHO Ditolak Masuk ke China

Aries Setiawan, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan menyelidiki asal-usul virus corona di kota Wuhan telah ditolak masuk ke China.

Dua anggota telah memulai perjalanan mereka ke China- namun satu orang ditolak masuk dan telah kembali, dan yang lainnya kini sedang transit di negara ketiga.

WHO mengatakan penolakan itu terjadi karena masalah terkait izin visa.

Padahal, pada Desember lalu, Pemerintah China telah menyetujui sebuah penyelidikan oleh tim WHO di kota Wuhan - setelah melalui proses negosiasi yang memakan waktu berbulan-bulan.

Virus Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan pada akhir 2019, dengan wabah awal terjadi dan terkait dengan aktivitas di pasar.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan "sangat kecewa" karena China belum juga menyelesaikan surat izin kedatangan tim WHO "mengingat dua anggota telah memulai perjalanan mereka dan yang lainnya tidak dapat melakukan perjalanan pada menit terakhir".

"Saya telah diyakinkan bahwa China tengah mempercepat prosedur internal untuk penempatan sedini mungkin," katanya kepada wartawan di Jenewa pada Selasa.

Dia menjelaskan bahwa dia telah melakukan kontak dengan pejabat senior China untuk menekankan "bahwa misi tersebut adalah prioritas WHO dan tim internasional".

Dalam tim penyelidikan itu, WHO direncanakan mengirim 10 orang tim ahli internasional ke China selama berbulan-bulan dengan tujuan menyelidiki asal hewan dari pandemi dan bagaimana virus pertama kali menyebar ke manusia.

Bulan lalu diumumkan bahwa penyelidikan akan dimulai pada Januari 2021.

Dua anggota tim internasional telah berangkat ke China pada Selasa pagi lalu, kata WHO.

Menurut kantor berita Reuters, kepala kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan satu orang telah kembali dan satu orang lainnya kini sedang transit di negara ketiga.

Covid-19 pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi hubei, China pada akhir 2019.

Asumsi awal, virus itu muncul dari pasar yang menjual hewan untuk diambil dagingnya. Diduga bahwa di sinilah virus bertransmisi dari hewan ke manusia.

Namun asal muasal virus masih diperdebatkan. Beberapa ahli berpendapat bahwa pasar mungkin bukan asalnya, melainkan menjadi wadah yang meningkatkan penyebaran.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa virus corona yang mampu menginfeksi manusia mungkin telah beredar tanpa terdeteksi pada kelelawar selama beberapa dekade.

Namun, tidak diketahui, inang hewan perantara apa yang menularkan virus antara kelelawar dan manusia.