Maulid Nabi Muhammad SAW dan Kisah Mimpi Ibunda Rasul Keluarkan Cahaya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 12 Rabi'ul Awal, umat Islam merayakan hari kelahiran Rasulullah atau dikenal dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momen itu dinilai sebagai pengingat untuk terus mencontoh akhlak dan kehidupan sosok yang memiliki gelar Al Amin ini.

Banyak kisah yang menceritakan tentang kehidupan Rasulullah SAW. Mulai dari sejak kecil hingga Allah menurunkan wahyu dan mendapuknya sebagai Rasulullah. Dalam perjalanan hidupnya, terkandung suri tauladan yang menjadi contoh umat manusia.

Di samping mengetahui kisah kehidupan Nabi, ada baiknya juga untuk mengetahui kehidupan kedua orangtua Muhammad Rasulullah SAW, yaitu Abdullah dan Aminah. Yang mana keduanya merupakan sosok orang yang terpilih.

Dilansir dari buku Biografi Istri dan Putri Nabi SAW, Dr Aisyah Abdurrahman menulis tentang sosok kedua orangtua Nabi Muhammad SAW. Disebutkan sosok Abdullah merupakan orang yang dikenal paling tampan dan berpengaruh juga tersohor di Makah.

"Konon ketika ia meminang Aminah binti Wahab, banyak kalangan wanita Makah yang patah hati," tulis Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ain Syams Mesir ini.

Sedangkan Aminah, saat itu adalah wanita terbaik Quraisy dari sisi nasab dan kedudukan. Masa kecilnya dilalui di tengah lingkungan paling mulia dan keluarga terbaik hingga ia menyatukan kemuliaan nasab dan leluhur.

"Ia adalah keturunan Quraisy yang telah mekar, putri pemimpin bani Zuhrah dari sisi nasab dan kemuliaan. Ia selalu berada di kamar, tertutup dari pandangan mata, dan terjaga dari perlakuan hina hingga hampir para perawi tidak tahu persis seperti apa ciri-cirinya saat masih kecil," terang Aisyah.

"Yang diketahui para ahli sejarah tentangnya adalah ketika ia dipinang untuk dinikahkan dengan Abdullah bin Abdul Muthalib, saat itu ia adalah wanita terbaik Quraisy dari sisi nasab dan kedudukan," dia mengimbuhkan.

Alhasil, acara pernikahan Abdullah dan Aminah pun digelar. Disebutkan pesta bahagia itu berlangsung selama tiga hari tiga malam. selama itu, Abdullah tinggal bersama pengantin wanita di rumah ayahnya sesuai tradisi yang ada.

"Dan hari ke empat, Abdullah pulang lebih dulu ke rumahnya untuk menyiapkan sambutan tamu mulia, yaitu istrinya, Aminah," ujar dia.

Pada sore hari, Aminah bersama rombongan keluarganya menuju dunia barunya. Ia melangkahkan kaki meninggalkan rumah orangtuanya hingga tiba di kediaman barunya.

"Rumah yang tidak besar bangunannya, namun jika dibandingkan dengan rumah rumah Makah saat itu, sudah cukup besar dan nyaman bagi pasangan pengantin yang memulai hidup baru bersama-sama," tulis Aisyah.

Ahli sejarah mengungkapkan, rumah Abdullah memiliki tangga batu yang terhubung hingga ke pintu yang dibuka dari arah utara. Dan depan pintu ke halaman rumah jaraknya sekitar 12 meter dan lebarnya 6 meter. Di dinding kanan rumah barat terdapat dipan dari kayu yang sudah dipersiapkan untuk dijadikan kamar pengantin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

vidio:Masih Pandemi, Perayaan Maulid Nabi di Keraton Yogyakarta

Aminah Mimpi Muncul Cahaya

Setelah para tamu pulang, alam mulai terlelap. Dunia pun mulai tenang. Abdullah duduk menghampiri Aminah, menghiburnya dengan kisah menyentuh. Kedua insan tersebut larut dalam cerita dan kebahagiaan bersama.

Setelah itu, Aminah kemudian tertidur dan tenggelam dalam mimpi yang penuh ilham. Ia mengulas kembali semua bait bait syair, petunjuk-petunjuk dan pertanda datangnya seorang nabi yang dinantikan yang menyebar di Jazirah Arab.

Aminah tidur malam itu, tapi mimpi tersebut tidak bisa ia ketahui sepenuhnya. Sementara Abdullah tidak bisa tidur di sampingnya. Ia menatap cahaya fajar yang muncul dari senyuman lembut di wajah istrinya yang kala itu tertidur hanyut dalam mimpi.

Saat Subuh kian mendekat, sang pengantin Aminah terbangun dari tidur. Ia menatap wajah suaminya kemudian menceritakan ihwal mimpinya.

"Ia bermimpi seakan ada cahaya yang muncul dari dirinya, lalu menyinari dunia di sekitarnya sampai-sampai ia seakan melihat Bushra yanga ada di Tanah Syam. Ia juga mendengar seseorang berkata kepadanya,"Kau akan mengandung pemimpin umat ini," tulis Aisyah.

Mimpi itu pun terbukti. Dari Abdullah dan Aminah, lahirlah bayi yang diberi nama Muhammad. Saat masih berusia enam tahun, ia ditinggal wafat ibundanya. Ayahnya Abdullah, lebih dulu meninggalkannya sejak ia masih berada di kandungan.

Muhammad pun tumbuh besar di bawah bimbingan Allah dan menjadi RasulNya. Dia pun akhirnya menjadi pemimpin yang diakui dunia, hingga Michael H Hart meletakkannya pada urutan pertama dalam bukunya Seratus Manusia Paling Berpengaruh Di Dunia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel