Mauricio Pochettino Dipecat, Jose Mourinho Segera Merapat ke Tottenham Hotspur?

Bola.com, London - Jose Mourinho jadi kandidat utama manajer Tottenham Hotspur pengganti Mauricio Pochettino yang kepergiannya dikonfirmasi pada Rabu (21/11/2019) dini hari WIB, setelah perselisihan panjang dengan pemilik klub, Daniel Levy.

Semenjak dipecat Manchester United bulan Desember lalu, Jose Mourinho telah menolak tawaran banyak klub demi mendapat kesempatan tetap melatih di pentas Premier League. Ia disebut-sebut punya hasrat kuat melatih Tottenham Hotspur sejak lama, hanya karena menjaga perasaan koleganya Pochettino, nakhoda asal Portugal itu lebih banyak diam menanggapi rumor yang berkembang.

Jose tertarik menangani Tottenham karena kagum dengan profil pemain-pemain yang ada skuad. Ia sudah lama ingin bekerja sama dengan Harry Kane dan Eric Dier, pemain yang tipikalnya amat ia sukai.

Ganjalan utama Jose Mourinho merapat ke klub asal London Utara adalah nominal gaji. Spurs tak pernah punya sejarah menggaji mahal manajernya. Namun, demi bisa melatih Tottenham, Mourinho rela mengalah soal gaji. 

Ia merasa Tottenham Hotspur klub yang tepat bagi dirinya, setelah melalui masa-masa sulit di Manchester United. Jose Mourinho ingin punya kebebasan seperti Jurgen Klopp dan Pep Guardiola saat mewujudkan gagasan-gagasan di timnya. Hal itu tak didapatkan di Tim Setan Merah.

Pochettino menolak permintaan dari Levy untuk mengundurkan diri pekan lalu, dan akhirnya Levy memutuskan memecat manajer asal Argentina itu. Laga kontra West Ham yang ada di depan mata membuat pria keturunan Yahudi itu berani memecat Pochettino. Levy ingin masalah internal Tottenham bisa kelar dan klub bisa bangkit dari keterpurukan.

Membahas pemecatan Pochettino dalam sebuah pernyataan, Levy mengatakan bahwa klub itu  enggan untuk melakukan perubahan ini. Pemecatan pelatih bukan keputusan yang mudah diambil manajemen Tottenham Hotspur mengingat jasa Mauricio Pochettino selama lima musim terakhir amat besar.

Rentetan hasil buruk di pengujung musim lalu dan tak membaiknya kondisi klub di pentas Premier League musim ini akhirnya jadi acuan untuk mendepak Mauricio Pochettino.

Ingin Membantu Generasi Emas Spurs Memenangi Gelar

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho (kiri) dan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. (Mirror).

Jose Mourinho menandatangani kontrak baru di Old Trafford pada musim panas 2018 sebelum pemecatan pada pengujung tahun. Ia tetap menjadi salah satu manajer bergaji tertinggi di Eropa sekalipun tak lagi menangani Manchester United, karena klub tersebut mengeluarkan ganti rugi sisa kontrak pelatih asal Portugal itu.

Jose sangat ingin kembali ke sepak bola Inggris dan terus tinggal di London sekalipun masih punya luka saat menukangi United.

Dia sudah lama mengatakan bahwa pekerjaannya berikutnya adalah klub dalam "masalah" dan di urutan 14 di liga, dan hanya meraih tiga poin dari enam pertandingan. Spurs tentu memenuhi kriteria itu.

Meskipun Spurs tidak memiliki kekuatan finansial, Jose Mourinho melihat potensi yang dimiliki klub dengan materi pemain yang ada. Ia ingin sebuah proyek jangka panjang dengan memaksimalkan pemain-pemain generasi emas Tottenham Hotspur.

Pochettino telah lama bergelut dengan masalah menemukan pemain untuk melapis skuat utama tim asuhannya. Tetapi agaknya itu bukan masalah bagi calon penggantinya. Sekalipun pada musim depan Tottenham berpotensi kehilangan Christian Eriksen, Toby Alderweireld dan Danny Rose.

Sumber: Telegraph