Max Sopacua Sindir Sosok Tak Tersentuh Hukum di Kasus Hambalang

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah satu tokoh pendiri Partai Demokrat yang saat ini mendukung Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua, mengungkapkan alasan pihaknya menggelar konferensi pers di Hambalang, Jawa Barat. Salah satunya adalah karena proyek Hambalang ini yang membawa dampak negatif bagi Partai Demokrat.

Menurut Max, dirinya pernah menjadi Anggota DPR dan Hambalang menjadi salah satu daerah pemilihannya. Sehingga dirinya sangat mengetahui apa yang terjadi di Hambalang termasuk terhadap proyek Hambalang Sport Center yang mangkrak di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Max mengatakan, Proyek Hambalang Sport Center ini menjadi salah satu faktor yang menggerus elektabilitas Partai Demokrat. Selain itu, beberapa rekannya dinilai sudah menanggung beban dari kasus Hambalang tersebut, tetapi ada pihak yang turut menikmati hasil tersebut dan tidak tersentuh kasus hukum.

"Tempat inilah proyek inilah bagian salah satu yang merontokkan elektabilitas Partai Demokrat ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi. Dan yang paling penting sebagian besar dari kawan-kawan kami yang terlibat sudah menderita sudah dimasukkan ke tempat-tempat yang harus mereka masuk karena kesalahan, tetapi ada yang tidak tersentuh hukum yang juga menikmati hasil dari sini, sampai hari ini belum. Mudah-mudahan segera ya," kata Max di Hambalang, Kamis 25 Maret 2021

Hambalang Sport Senter menjadi awal terjadinya masalah besar di Partai Demokrat. Max juga meminta kepada aparat penegak hukum agar dapat mengusut tuntas penelusuran kasus Korupsi Hambalang ini.

"Di sinilah kami ingin membuka bahwa inilah hambalang awal pertama terjadinya masalah besar yang terjadi bagi Partai Demokrat. Dari tempat inilah kami serukan dalam hal ini KPK untuk melanjutkan apa yang belum dilanjutkan sesuai dengan statement-statement kemudian ada saksi-saksi terhadap siapa saja yang menikmati hambalang ini," ujarnya.

Max menambahkan, "Jangan dibiarkan orang lain menderita dan jangan dibiarkan orang lain berpangku tangan bersenang-senang malah menjadi raja nanti di PD," ujarnya.