Mayat bayi dalam kantong plastik gegerkan warga Tangsel

MERDEKA.COM, Sesosok mayat bayi laki-laki ditemukan di dalam kantong plastik oleh warga Kampung Rawa Timur RT 04/05, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel. Temuan itu mayat bayi yang sudah membusuk itu pun membuat heboh warga setempat.

Jenazah bayi tersebut ditemukan pada Kamis (22/11) sore di sekitar tempat sampah, belakang rumah penduduk setempat. Wahidin warga yang pertama kali melihat mayat mengatakan, dirinya memberanikan diri lantaran mencium bau busuk pada kantung plastik hitam yang dihinggapi lalat.

Informasi yang berhasil dihimpun, mayat bayi malang dalam plastik tersebut pertama kali terlihat di pojok belakang rumah Yusman oleh Wahidin (55), yang baru datang dari kampungnya dan singgah ke rumah kontrakan anaknya, Abidin (22). Saat ditemukan bungkusan kantong plastik tersebut telah dikerubuti lalat.

"Setelah dilihat isi kantung plastik itu, ternyata mayat," jelasnya.

Atas temuan itu, Wahidin akhirnya melaporkan peristiwa itu kepada ketua RT setempat.

"Saya langsung laporkan temuan itu ke Polsek Pondok Aren," ujar Hadi Suwarni Ketua RT setempat.

Sementara, petugas Polsek Pondok Aren yang menerima laporan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah olah TKP, mayat bayi laki-laki itu langsung dibawa ke RSUD Tangerang.

"Benar, mayat bayi ditemukan lengkap dengan ari-ari terbungkus kantong plastik warna hitam. Untuk identifikasi kami membawanya ke RSUD Kabupaten Tangerang," jelas Wakapolsek AKP Agus Priyono.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.