Mayat Demi Mayat di Bekas Galian Tambang, Pemkot Cilegon Respons

Ezra Sihite, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga nyawa melayang di lubang bekas galian tambang yang berubah menjadi danau. Dua orang sudah menjadi mayat ditemukan mengambang dan satu lagi korban kecelakaan kerja. Satu korban lagi mengalami luka berat.

Pemkot Cilegon mengaku akan berkoordinasi dengan Pemprov Banten terkait kondisi dan izin pertambangan di wilayahnya karena kerap menelan korban jiwa.

"Kita akan koordinasi dengan provinsi minta laporan mereka. Petanya punya enggak, ini yang hancur, ini yang parah. Kita lihat dulu kita publish. Datanya update enggak," kata Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamerta di kantornya di Cilegon, Banten, Jumat 5 Maret 2021.

Setelah berkoordinasi dengan Pemprov Banten, Pemkot Cilegon akan melakukan penyelidikan sebagai tindak lanjutnya. Termasuk mengetahui tanggung jawab perusahaan penambangan untuk mereklamasi lubang galiannya.

"Ya nanti (penyelidikan) setelah kita ketemu dengan Distamben (Banten). Kita petakan dulu punya siapa, izinnya habis atau enggak," terangnya.

Pemkot Cilegon juga akan berkomunikasi dengan polisi terkait penanganan hukumnya. Jika ada yang melanggar, agar bisa ditindak secara hukum.

"Kepolisian juga punya kewenangan masing-masing," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Selasa, 9 Februari 2021, Polsek Cibeber mengevakuasi mayat di lubang bekas galian tambang pasir di Kalitimbang. Mayat berinisial ES (24) yang sempat dilaporkan hilang ke polisi sejak Minggu, 02 Februari 2021.

Kemudian ibu muda berinisial RT (24) yang tubuhnya juga ditemukan mengambang di lubang bekas galian yang sudah terisi air seperti kolam. Lokasinya berada di Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten pada 2 Maret 2021. Korban saat itu meninggalkan rumah sejak tanggal 1 Maret 2021.

Kecelakaan di lokasi tambang juga terjadi pada 08 Februari 2021 lokasinya di sekitar Jalan Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di Lingkungan Curug Rotan, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten.

Truk bernomor polisi A 9162 Y itu masuk kedalam lubang galian sedalam 10 meter, mobil ringsek dan sang sopir tewas di lokasi kejadian. Sedangkan kondekturnya mengalami luka parah.

Diketahui apabila bepergian ke Anyer dan melewati Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon maka dengan mudah bisa melihat pemandangan bukti bekas tambang yang sudah dikeruk. Begitupun di beberapa titik menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon akan melihat penambangan batu di sana.