Mayat Ditemukan Terbakar di Semarang Akan jadi Saksi Dugaan Kasus Korupsi Hibah

Merdeka.com - Merdeka.com - I, jasad yang ditemukan terbakar dan ditemukan dimutilasi di Semarang seharusnya akan menjadi saksi sebuah perkara yang ditangani Ditreskrimsus Polda Jateng. Dia akan diminta keterangan dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan hibah lahan milik Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) di Kecamatan Mijen kepada Pemkot Semarang.

"Betul, baru Pak Iwan yang dipanggil dari staf Pemkot Semarang. Kaitan dengan pernyertifikatan tanah pada 2010 letaknya di Mijen," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Minggu (11/9).

Kasus itu bermula pada pada tahun 2010. Ditemukan alokasi anggaran untuk pernyertifikatan proses penyerahan sarana prasarana umum dari Perumahan BSB kepada Pemkot Semarang.

"Anggarannya kalau tidak salah Rp3 miliar, tetapi baru digunakan sebanyak Rp300 juta atau Rp400 juta untuk tim, kepengurusan, dan sebagainya," ungkapnya.

Duduk Perkara

Informasi dihimpun dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, surat pertanggungjawaban (SPJ) dari proyek tersebut belum selesai tuntas.

"SPJ itu sendiri sudah dilaporkan dan anggaran itu tidak dihabiskan menurut catatan yang ada," jelasnya.

Namun, pihaknya tidak mengetahui rincian luas lahan milik Perumahan BSB, termasuk aliran dananya yang diserahkan kepada Pemkot Semarang.

"Karena memang bidangnya sangat besar jadi anggaran Rp3 miliar belum dihabiskan," ujarnya.

BPK Tak Temukan Penyalahgunaan Proye Hibah

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menemukan penyalahgunaan hibah lahan untuk Pemkot Semarang.

"Dugaan yang melakukan kami tidak tahu. Kami diaudit oleh BPK, internal dari inspektorat belum ada temuan, dulu 2010," ujarnya.

Dia yakin Iwan yang saat itu menjadi staf tidak tersangkut kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat kepada aparat kepolisian tersebut.

"Waktu itu Iwan masih staf," pungkasnya. [lia]