Mayjen Tugas Beberkan Sistem Kerja di RS Wisma Atlet

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan merumuskan serta mengeksekusi visi digital dalam mengelola rumah sakit khusus COVID-19 itu.

Dia menjelaskan, visi itu dimulai dengan membangun sistem informasi untuk meng-input data pasien secara digital, sejak tiap pasien Covid-19 masuk ke RSDC Wisma Atlet.

Kemudian dilanjutkan dengan sistem untuk meng-input kondisi kesehatan pasien secara detail, setelah menjalani pemeriksaan awal di instalasi gawat darurat RSDC.

Mayjen TNI Tugas kemudian mengeksekusi sistem informasi berbasis digital di Divisi Psikologi, Divisi Gizi, Divisi Psikiater, serta di sejumlah divisi lainnya.

Tahap selanjutnya, Tugas mengintegrasikan sistem di semua divisi yang ada di RSDC Wisma Atlet, dalam konteks manajemen kerumahsakitan. Dengan demikian, antar divisi bisa leluasa saling men-support melalui aplikasi berbasis digital.

"Contoh alur kongkrit sistem digital tersebut, begini. Seorang pasien Covid-19 yang mengidap penyakit diabetes, misalnya, akan dibuatkan menu untuk meningkatkan imunitasnya, tapi komposisi menunya dirancang agar sekaligus menjaga kadar gula darahnya,"

"Kita tahu, diabetes adalah penyakit kronis, yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah seseorang," kata Tugas.

Divisi Gizi merespons berdasarkan informasi data pasien di aplikasi digital RSDC Wisma Atlet. Pada saat yang sama, Divisi logistik juga merespons pengadaan bahan baku pangan untuk kebutuhan Divisi Gizi.

Contoh ini setidaknya bisa menggambarkan, bagaimana manajemen Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran memanfaatkan teknologi informasi berbasis digital, agar operasional RSDC Wisma Atlet berlangsung efektif dan efisien.

"Dukungan teknologi informasi berbasis digital tersebut, sangat kami butuhkan. Ribuan pasien Covid-19 yang dirawat di sini, dengan berbagai spesifikasi pada tiap pasien, tentu sangat lamban bila dilakukan secara manual. Nah, dengan aplikasi digital yang terintegrasi, kami dari waktu ke waktu terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien," ujar Tugas.

Sistem informasi digital Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, di-support oleh tim Informasi Teknologi (IT) dari Valista.

Perusahaan spesialis IT Rumah Sakit ini dikomandani oleh Ivan J. Kristanto dan Lianto Goenadi. Kedua sosok tersebut masih muda sekaligus memiliki visi yang jauh ke depan, dalam konteks manajemen kerumahsakitan berbasis teknologi informasi.

"Kami merancang sistem IT untuk RSDC ini secara single entry," tutur Lianto Goenadi.

"Itu untuk menjaga agar tiap data yang di-input tenaga kesehatan, tinggi tingkat akurasinya. Selain itu, untuk memudahkan tenaga kesehatan di tiap lini beradaptasi dengan sistem yang kami ciptakan," lanjut Lianto.