Mayor Pengungkap Gaji TNI ke Jokowi Bawa Pasukan Kostrad Keluar Papua

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Setelah sembilan bulan lamanya memperkuat barisan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini, akhirnya pasukan elite Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menuntaskan misi dan bersiap keluar dari belantara Papua.

Pasukan militer Kostrad TNI yang keluar dari Papua itu adalah 450 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis Raider 413/Bremoro.

Berdasarkan catatan VIVA Militer, 450 prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG yang berada di bawa kendali Brigif 6 Divisi 2 Kostrad mulai diberangkatkan ke Papua sejak 28 Juni 2020 dari Dermaga Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Selama sembilan bulan berada di Papua, banyak sekali buah karya perjuangan para prajurit Yonif Mekanis 413/Bremoro yang tercipta untuk masyarakat setempat.

Yang paling berkesan ialah, Yonif Mekanis raider 413/Bremoro menjadi salah satu satgas yang mendapatkan perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo.

Jokowi berkomunikasi langsung dengan Komandan Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro, Mayor Infanteri Anggun Wuriyanto saat dilangsungkannya perayaan HUT TNI 75 pada 5 Oktober 2020. Mayor Inf Anggun berkomunikasi dengan presiden dari Pos Skouw, Kota Jayapura, Papua.

Ada hal menarik dalam sesi menyapa yang dilakukan melalui sambungan virtual jarak jauh dari Istana Negara dan Pos Skouw.

Secara tak terduga, kepada Mayor Anggun, Presiden Jokowi malah bertanya soal fakta gaji dan tunjangan prajurit TNI. Dan dengan tegasnya Mayor Anggun mengungkap fakta tentang gaji TNI ke Jokowi.

Berikut kutipan dialog Jokowi dan Mayor Inf Anggun:

"Kabar baik semuanya," kata Jokowi kepada Satgas Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro.

"Siap, Alhmadulillah baik semua Bapak Presiden," kata Mayor Anggun menjawab.

"Aman," kata Jokowi bertanya lagi.

"Siap, aman Bapak Presiden," kata Mayor Anggun dengan tegas.

"Gaji dan tunjangan lancar," kata Jokowi.

"Siap, Alhamdulillah semuanya lancar dan terdukung Bapak Presiden," kata Mayor Anggun.

"Tanggal berapa selalu terima gaji dan tunjangan," ujar Jokowi bertanya mendetail.

"Siap, kami terima setiap tanggal tanggal 8 setiap bulan di awal bulan, Bapak Presiden," ucap Mayor Anggun.

Usai bertanya soal kondisi dan gaji, Jokowi memberikan kesempatan kepada Mayor Anggun untuk mengungkapkan kondisi terkini di wilayah tugasnya.

"Apa yang bisa dilaporkan dari Skouw Papua," ujar Jokowi.

"Yang terhormat Bapak Presiden, yang kami hormati bapak Wakil Presiden. Saya Mayor Infanteri Anggun Wuriyanto, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro, Brigif Mekanis Raider 6, Divisi Infanteri II Kostrad. Dari Perbatasan Papua, izin melaporkan, personel 450 orang, lengkap dan sehat, tersebar 18 pos satugas. Wilayah tanggungjawab kami Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, dalam keadaan aman terkendali. Pintu gerbang PLBN Skouw sampai saat ini masih ditutup sejak Februari 2020, untuk mencegah penyebaran virus COVID-19," kata Mayor Anggun.

Kini Mayor Anggun bersiap membawa pasukannya keluar Papua menuju markas dan asrama Yonif Mekanis 413/Bremoro Kostrad di Jalan Raya Solo Tawangmangu, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca: Tragis, 2 Prajurit Kostrad TNI Tewas Mengenaskan di Tangan Pemabuk