Mayora Indah Cetak Laba Rp 2,06 Triliun pada 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencetak penjualan bersih turun tipis 2,19 persen pada 2020. Perseroan meraup penjualan Rp 24,47 triliun pada 2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 25,02 triliun.

Beban pokok penjualan PT Mayora Indah Tbk naik 0,39 persen menjadi Rp 17,17 triliun pada 2020. Pada periode sama tahun sebelumnnya tercatat Rp 17,10 triliun. Laba bruto tercatat turun 7,8 persen dari Rp 7,91 triliun pada 2019 menjadi Rp 7,29 triliun pada 2020.

Perseroan menekan beban usaha 5,8 persen menjadi Rp 4,46 triliun pada 2020. Pada 2019, tercatat beban usaha mencapai Rp 4,74 triliun.

Perseroan menekan beban penjualan dari Rp 4,02 triliun pada 2019 menjadi Rp 3,76 triliun pada 2020. Beban umum dan administrasi tercatat turun 2,5 persen menjadi Rp 698,95 miliar.

Perseroan meraup laba usaha Rp 2,83 triliun pada 2020. Laba usaha merosot 10,76 persen dari periode 2019 sebesar Rp 3,17 triliun.

PT Mayora Indah Tbk catat laba kurs mata uang asing Rp 116,98 miliar pada 2020 dari sebelumnya rugi Rp 206,36 miliar. Penghasilan bunga turun menjadi Rp 51,40 miliar pada 2020.

PT Mayora Indah Tbk mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 3,06 persen menjadi Rp 2,06 triliun pada 2020. Pada 2019, perseroan meraup laba Rp 1,99 triliun. Dengan melihat kondisi itu, laba per saham naik menjadi Rp 92 pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 89.

Kinerja Keuangan

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)

Total liabilitas tercatat merosot 6,79 persen menjadi Rp 8,50 triliun pada 2020. Pada 2019, perseroan mencatat liabilitas Rp 9,12 triliun. Total ekuitas perseroan tercatat naik menjadi Rp 11,27 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,91 triliun.

Total aset perseroan naik menjadi Rp 19,77 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,03 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 3,77 triliun pada 2020. Angka ini 26,71 persen dari periode 2019 sebesar Rp 2,98 triliun.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 1 April 2021, saham MYOR turun 2,29 persen ke posisi Rp 2.560 per saham. Saham MYOR dibuka stagnan di Rp 2.620 per saham. Saham MYOR sempat berada di level tertinggi Rp 2.630 dan terendah Rp 2.560 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.391 kali.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini