Mayora Indah Tangkap Peluang saat Demam Drakor Selama Pandemi COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu produk permen kopi asal Indonesia, Kopiko sempat menjadi perbincangan bagi penikmat drama Korea di tanah air.

Salah satu produk PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tersebut, diketahui muncul dalam beberapa judul drama Korea atau drakor.

Direktur Pemasaran Global PT Mayora Indah Tbk, Ricky Afrianto menuturkan, hal itu memang salah satu strategi yang ditempuh Perseroan untuk membawa merek tersebut ke kancah global. Ia mengatakan, sebelum Kopiko menyasar pangsa drakor, brand ini sempat viral pada 2017 di Amerika Serikat (AS).

"Sebelum kita masuk ke K-Drama, pada dasarnya pada tahun 2017 lalu kita mendapat publisitas yang bagus, yang cukup viral,” kata dia dalam The 7th ASEAN Marketing Summit 2021, Kamis (4/11/2021).

Ricky mengungkapkan, Kopiko di AS telah dipesan ke luar angkasa oleh NASA selama Thanksgiving. Hal itu di luar rencana Perseroan dan terjadi begitu saja dan memberi dampak positif bagi penjualan Kopiko di negeri Paman Sam itu.

"Itu terjadi begitu saja dan sangat bagus dan bagus khususnya karena Kopiko sudah ada cukup lama di AS. Salah satu favorit para astronot. Jadi ini adalah publisitas yang baik bagi kami,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Melirik K-Drama

Ilustrasi Kopiko. (Liputan6.com/Putu Elmira)
Ilustrasi Kopiko. (Liputan6.com/Putu Elmira)

Ricky mengatakan, munculnya ide untuk menyasar segmen ini lantaran mencermati tren yang terjadi selama pandemi, salah satunya marathon drakor.

Orang-orang mengisi waktu luang mereka selama di rumah dengan menonton seri drakor, bahkan ada yang menyelesaikannya sekaligus dalam satu waktu.

"Kita berpikir K-Drama di masa pandemi ini, ada demam drama Korea. Semua orang membicarakannya. Semua orang ingin menontonnya," kata Ricky.

Ia menuturkan, tren ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjangkiti negara lain bahkan AS dan negara lainnya yaitu India, Thailand, dan Vietnam. Sehingga momentum ini dipandang oleh Perseroan sebagai peluang menjanjikan.

"Kami pikir ini adalah kesempatan dengan memiliki kendaraan yang tepat, berada di tren yang tepat yaitu drama Korea. Selain di AS, kami juga menjualnya di wilayah Timur Tengah, di mana mereka juga menonton K-drama. Seperti di India, Thailand, dan Vietnam. Jadi kami pikir ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk Kopiko,” ujar dia.

Ricky mengakui, untuk memajang Kopiko dalam drakor bukan perkara mudah. Namun beruntung, sejumlah produser atau pemilik serial rupanya telah mengenal Kopiko sebagai permen kopi. Produk tersebut juga dijual di Korea.

"Jadi, ada produser atau pemilik serial drama Korea yang tahu betul apa itu Kopiko. Mereka benar-benar ingin merek yang muncul dalam drama mereka perlu diperhatikan dengan baik. Jadi, kami beruntung karena Kopiko juga tersedia di Korea,” tutur Ricky.

Hingga akhirnya Kopiko muncul dalam drama Vincenzo yang dibintangi oleh Song Joong Ki. Mulanya, iklan Kopiko muncul di bagian akhir episode, bergantian dengan sejumlah brand asing, seperti, Swarovski, JD.com, Joy Gryson dan Maxim.

Namun, rupanya Mayora juga menyasar episode pertengahan. Seperti diketahui, drakor umumnya memiliki 16-20 episode. Klimaks atau bagian yang menarik biasanya akan berada di tengah hingga akhir.

“Drama korea biasanya memiliki 16 episode hingga 20 episode dengan. Jadi kami pikir mungkin episode 14 ke atas jadi kesempatan bagus untuk menempatkan produk ini,” kata Ricky.

"Tapi ketika episode pertama datang orang sudah membicarakannya di media sosial karena itu hanya membantu Kopiko. Setelah sekian lama, Kopiko benar-benar muncul di episode 14 dan beberapa episode lain setelahnya,” imbuhnya.

Usai kemunculannya di Vincenzo, Kopiko kembali muncul di drakor lain, Mine dan Hometown Cha-Cha-Cha

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel