Mayora Targetkan Jadi Smart Factory di 2024

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (Mayora) merupakan salah satu perusahan besar Indonesia yang sudah mulai menerapkan revolusi industri 4.0 di dalam lini produksinya. Perusahaan pun menargetkan akan menjadi smart factory pada 2024.

Mengutip penjelasan di laman PQM Consultants, istilah smart factory ini menggambarkan lingkungan produksi yaitu mesin dan peralatan dapat meningkatkan proses melalui otomatisasi dan optimalisasi diri.

Manufacturing Group Head MI & M4 PT Mayora Indah, Nurdin Lesmana, mengatakan implementasi industri 4.0 atau digitalisasi dalam lini produksi Mayora dilakukan secara bertahap. Proses digitalisasi sendiri dimulai sejak 2018 dan terus berjalan hingga saat ini.

Untuk saat ini, implementasinya baru sampai pada sisi monitoring data. Ke depan, produsen produk makanan dan minuman tersebut akan menggunakan teknologi digital dalam optimalisasi dan analisa big data.

Transformasi sistem digitalisasi di Mayora baru mencapai 30 persen. Mayora saat ini memiliki 25 pabrik.

"Kita rencanakan 2022 arahnya ke analisa big data dan optimalisasi. Sehingga nanti targetnya mungkin pada 2024 bisa menjadi smart factory," jelas Nurdin dalam Hannover Messe 2021 "Agro-based Industry Journey to Industry 4.0" pada Selasa (6/4/2021).

Dampak Pandemi

Presiden Jokowi dan President Direktur PT Mayora Group Andre Atmadja meninjau pabrik Mayora di Cikupa Tangerang, Senin (18/2) . Mayora Indah yang berdiri sejak 1977 bergerak di bidang consumer goods yang merambah pasar global. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Presiden Jokowi dan President Direktur PT Mayora Group Andre Atmadja meninjau pabrik Mayora di Cikupa Tangerang, Senin (18/2) . Mayora Indah yang berdiri sejak 1977 bergerak di bidang consumer goods yang merambah pasar global. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Proses digitalisasi, kata Nurdin, sempat melambat selama satu tahun terakhir disebabkan pandemi Covid-19. Kemudian pada 2021 ini akan kembali dilanjutkan.

"Pada waktu 2020 itu karena adanya pandemi itu, jadi kita sebenarnya rada melambat karena kan kita sibuk untuk survive dulu. Baru 2021 ini kita mulai lagi," ungkapnya.

Nurdin mengungkapkan salah satu transformasi digital diimplementasikan pada mesin coding untuk produksi Mayora. Penggunaan teknologi dalam hal ini disebut menghemat waktu produksi.

"Jadi salah satu line kita itu terhubung dengan 14 mesin bungkus. Kalau dahulu itu mungkin mengganti coding itu butuh 2 menit, tapi kalau sekarang kita hubungkan semua, tarik ke satu komputer hanya satu supervisor mengubah coding langsung 14-nya berubah semua," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: