Mayoritas Saham Bukalapak Masih Dimiliki Investor Dalam Negeri

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn asal Indonesia, PT bukalapak.com Tbk atau Bukalapak, bersiap untuk mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sehubungan dengan itu, Perseroan menggelar paparan publik yang dimulai pagi ini. Dalam acara tersebut, Presiden Direktur Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan, mayoritas saham Perseroan masih dimiliki oleh investor dalam negeri.

"Sampai hari ini mayoritas atau atau lebih dari 50 persen saham Bukalapak masih dimiliki oleh pemegang saham dari Indonesia,” kata dia, Jumat (9/7/2021).

Melalui IPO ini, Bukalapak berharap dengan menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia masyarakat Indonesia bisa ikut memiliki, mengawasi dan menjaga Bukalapak.

Perseroan akan melepaskan 25 persen saham baru. Pencatatan akan dilakukan degan kode saham ‘BUKA’. Rencana penggunaan dana dari IPO ini adalah sekitar 66 persen akan digunakan untuk modal kerja. Sementara sisanya 34 persen aan digunakan sebagai modal kerja di entitas anak.

"Bukalapak beruntung mendapatkan kepercayaan dari berbagai pemegang saham yang strategis, bereputasi tinggi dan merupakan kombinasi yang baik antara teknologi, keuangan dan bisnis,” Rachmat menambahkan.

Ia menjabarkan, pemegang saham Bukalapak merupakan perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia dan dunia. Seperti EMTEK, Ant FInancial, Naver dan Microsoft.

Selain itu, Bukalapak juga mendapatkan kepercayaan dari beberapa perusahaan investasi dan keuangan terbaik, baik lokal, regional maupun global. Seperti GIC, Mirae Asset, Shinhan Bank, Standart Standart Chartered, BRI Ventures, dan Mandiri Capital.

"Berharap jadi perusahaan terbuka, masyarakat Indonesia bisa memiliki dan mengawasi, dan menjaga Bukalapak,” kata dia.

Ia berharap Bukalapak menjadi all commerce sehingga dapat membantu mengurangi kemiskinan dan membantu UMKM dalam memudahkan usaha. "Fokus menjadi perusahaan all commerce yang terbaik dan terdepan baik online dan offline di kota besar, kecil dan desa,” ujar dia.

Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Pembukaan kantor research and development di Surabaya (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Pembukaan kantor research and development di Surabaya (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

PT Bukalapak.com Tbk akan melepas saham perdana ke public hingga 25 persen dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Direktur PT Buana Capital, Ratna Karim menuturkan, jumlah saham perdana yang dilepas ke publik sebesar 25 persen saham dari PT Bukalapak.com Tbk. Pencatatan saham akan dilakukan di BEI dengan kode saham BUKA. Adapun kisaran harga harga yang ditawarkan Rp 750-Rp 850 per saham.

"Kisaran harga IPO Bukalapak Rp750-Rp 850 per saham," ujar Ratna.

Ratna menuturkan, rencana penggunaan dana IPO sekitar 66 persen untuk modal kerja. Sisanya sekitar 15 persen kepada anak usaha perseroan PT Buka Mitra Indonesia, dan 15 persen untuk anak usaha Buka Usaha Indonesia.

"Masing-masing satu persen untuk Buka Investasi Bersama, Buka Pengadaan Indonesia, Bukalapak Pte Ltd, dan Five Jack,” ujar dia.

Adapun jadwal sementara IPO antara lain masa penawaran awal pada 9-19 Juli 2021, tanggal efektif pada 26 Juli 2021. Masa penawaran umum perdana saham pada 28 Juli-30 Juli 2021. Tanggal penjatahan pada 3 Agustus 2021, distribusi saham secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan pada 5 Agustus 2021, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021.

Mengutip prospektus ringkas yang beredar pada Jumat, 9 Juli 2021, Bukalapak menawarkan saham sebanyak-banyaknya 25.765.504.851 lembar saham dengan nilai nominal Rp 50.

Jumlah saham yang ditawarkan itu sebanyak-banyaknya sebesar 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Dengan demikian, Perseroan diperkirakan meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 21,90 triliun.

Selain itu, perseroan juga akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 0,1 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 25.765.505. Harga pelaksanaan ESA sama dengan harga penawaran. Selain itu, perseroan juga akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 4,91 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO untuk program management and employee stock option plan (MESOP).

Jumlah itu sebanyak-banyaknya 5.060.345.153 saham dengan harga pelaksanaan MESOP sekurang-kurangnya 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar regular.

Dalam prospektus itu juga disebutkan penjamin pelaksana emisi efek yang juga bertindak sebagai penjamin emisi efek menjamin dengan kesanggupan penuh terhadap sisa saham yang ditawarkan yang tidak dipesan dalam IPO.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel