Mazepin Kontrol Stres Pakai Alat Pendeteksi Kebohongan

Memet Kağan Bilgili
·Bacaan 1 menit

Mazepin memakai alat pendeteksi kebohongan untuk membantunya mengendalikan stres. Pada F1 2021, ia akan memperkuat Tim Haas F1 bersama Mick Schumacher.

Musim lalu, Nikita Mazepin menempati urutan kelima klasemen akhir ajang Formula 2 (F2). Ia memenangi dua race dan empat kali finis sebagai runner-up.

Pencapaiannya bersama Tim Hitech Grand Prix itu jauh lebih baik dibandingkan pada 2019 di mana sang pembalap cuma dapat 11 poin dan berada di posisi 18.

Pembalap Rusia, Nikita Mazepin, saat tampil dalam balapan Sakhir dengan Tim Hitech Grand Prix pada F2 2020.

Pembalap Rusia, Nikita Mazepin, saat tampil dalam balapan Sakhir dengan Tim Hitech Grand Prix pada F2 2020. <span class="copyright">Mark Sutton / Motorsport Images</span>
Pembalap Rusia, Nikita Mazepin, saat tampil dalam balapan Sakhir dengan Tim Hitech Grand Prix pada F2 2020. Mark Sutton / Motorsport Images

Mark Sutton / Motorsport Images

Pembalap 21 tahun tersebut ingin mengukur reaksinya terhadap situasi yang berbeda dan juga untuk mengontrol tekanan demi bisa menghindari stres.

"Saya dibantu seseorang dari Italia tiga tahun terakhir dan dia juga bekerja dengan Ferrari. Kami menggunakan sensor yang dipakai dalam tes kebohongan," ujar Mazepin.

"Cara kerjanya, Anda mengumpulkan banyak informasi dari tubuh serta pikiran lalu mencoba mengendalikannya (pada indikator tertentu) dengan mengatur napas."

"Sangat efektif untuk mengurangi stres ketika menghadapi tekanan berat dalam sebelum dan sesudah balapan. Metode ini sangat membantu," Mazepin menambahkan.