McLaren Nilai Ferrari Bisa Panaskan Perburuan Posisi Ketiga Konstruktor F1

Adam Cooper
·Bacaan 2 menit

Hasil finis di posisi ketiga dan keempat yang direbut Sebastian Vettel dan Charles Leclerc pada lomba basah GP Turki di Sirkuit Istanbul Park, akhir pekan lalu, menjadi sinyal merah bagi McLaren.

Ferrari meraup 27 poin dari lomba ke-14 Kejuaraan Dunia F1 2020 itu, tertinggi yang direbut skuad asal Maranello, Italia, tersebut musim ini. Dengan hasil GP Turki, Ferrari kini mengoleksi 130 poin di klasemen konstruktor dengan tiga lomba tersisa.

BWT Racing Point kini berada di peringkat ketiga klasemen konstruktor dengan 154 poin diikuti McLaren dengan 149, Renault 136, dan Ferrari 130.

Tim McLaren sejatinya juga memperoleh hasil lomba bagus di GP Turki jika melihat sejumlah masalah yang mereka hadapi sepanjang kualifikasi. Carlos Sainz mampu finis di posisi kelima sedangkan Lando Norris kedelapan.

Kendati demikian, Seidl menyadari bila persaingan memperebutkan posisi ketiga konstruktor kini kian panas. Kepada Motorsport.com, pria asal Jerman itu mengaku puas dengan hasil di Turki sehingga posisi mereka dalam persaingan perebutan posisi ketiga konstruktor tetap terbuka.

“Tetapi kami tidak bilang McLaren bakal menjadi mobil ketiga dan keempat tercepat dalam pertarungan saat ini,” tutur Seidl. “Melihat performa terakhir Ferrari, satu lagi hasil bagus mereka rebut bakal membuat persaingan peringkat ketiga konstruktor jadi melibatkan empat tim.”

Baca Juga:

Hamilton Memahami Peran Schumacher di Balik Kesuksesan F1 Vettel Nilai Amarah Leclerc di GP Turki Berlebihan F1 Berencana Gelar 24 Balapan dalam Semusim

Meskipun begitu, Seidl mengaku tidak takut atau khawatir soal kian mendekatnya Ferrari dalam perburuan posisi ketiga konstruktor. Seidl menyebut dirinya justru realistis.

“Tim seperti Ferrari, dengan semua sumber daya yang mereka miliki, bisa melakukan semuanya. Tidak mengejutkan bila mereka bangkit menjelang akhir musim ini,” kata Seidl.

Lebih jauh mantan Kepala Program Pengembangan Porsche 919 Hybrid untuk Le Mans Prototipe 1 (LMP1) itu mengungkapkan, McLaren tidak pernah meremehkan tenaga Ferrari SF1000 yang musim ini sangat buruk.

“Mereka memiliki dua pembalap hebat dan tentu saja tim yang luar biasa. Jadi, itulah realitas yang kami hadapi saat ini,” ucap pria 44 tahun tersebut.

Seidl, yang ditunjuk memimpin McLaren sejak Mei 2019 juga menambahkan, skuad asal Woking, Inggris, itu sudah mampu mengembangkan mobil yang lebih agresif dengan daya tahan lebih bagus dibanding tahun lalu.

Salah satu indikatornya adalah perolehan poin dari jumlah lomba yang sama. Musim 2019 lalu, McLaren hanya meraup 83 poin hingga lomba ke-14 (dari total 21). Bandingkan dengan tahun ini yang sudah mengantongi 149 poin dari jumlah lomba yang sama.

“Dari situ sudah menunjukan kami sudah melakukan lompatan sangat besar untuk tim ini. Namun pada saat bersamaan, kami kini memiliki pesaing yang sangat kuat,” kata Seidl.

“Kami berharap mampu bertarung sampai lomba terakhir dan memberikan segalanya sebagai sebuah tim. Saya melihat komitmen di dalam tim ini, betapa besarnya semangat di garasi dan markas kami. Ini memberikan kami kepercayaan diri tinggi untuk bersaing dalam perebutan posisi ketiga konstruktor.”

Seidl juga mengingatkan timnya agar selalu berkonsentrasi penuh di setiap sesi pada tiga lomba terakhir nanti. “Ini harus dilakukan untuk melihat apakah masih ada kemungkinan untuk meningkatkan performa mobil, juga keandalannya (reliability),” tutur Seidl.