Medco Energi Kantongi Pendapatan USD 1,09 Miliar pada 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat pendapatan turun dan rugi membengkak pada 2020. Hal ini seiring permintaan energi yang rendah akibat pandemi COVID-19.

PT Medco Energi Internasional Tbk mencatat pendapatan USD 1,09 miliar pada 2020. Realisasi pendapatan ini turun 20,53 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,37 miliar.

Beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya turun 6,92 persen dari USD 828,94 juta pada 2019 menjadi USD 771,56 juta pada 2020. Perseroan mencatat biaya produksi dan lifting turun dari USD 297,74 juta pada 2019 menjadi USD 268,11 juta pada 2020.

Sementara itu, biaya pembelian minyak mentah naik dari USD 49,56 juta pada 2019 menjadi USD 70 juta pada 2020. Beban eksplorasi turun dari USD 23,92 juta menjadi USD 22,96 juta.

Laba kotor tercatat USD 321,71 juta pada 2020. Realisasi laba kotor ini merosot 41,16 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 546,77 juta. Perseroan mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD 188,97 juta pada 2020. Kerugian ini meningkat 387,48 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 387,48 juta.

CEO PT Medco Energi Internasional Tbk, Roberto Lorato menuturkan, rendahnya permintaan energi akibat pandemi COVID-19 telah berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan tahun lalu.

"Dalam menyikapi keadaan luar biasa ini, kami segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas perseroan,” ujar dia, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (1/6/2021).

Dalam ikhtisar keuangan perseroan, ebitda perseroan tercatat USD 502 juta, 20 persen di bawah 2019 karena permintaan gas dan harga minyak yang rendah. Harga minyak USD 40,3 miliar/bbl, 36 persen di bawah 2019 sebesar USD 62,5/bbl. Di sisi lain, harga gas tercatat USD 5,2/mmbtu, 23 persen di bawah tahun 2019 sebesar USD 6,7/mmbtu.

Pada 2020, PT Medco Energi Internasional Tbk merealisasikan belanja modal minyak dan gas mencapai USD 144 juta untuk menyelesaikan produk Meliwis di Jawa Timur.

Selain itu, belanja modal untuk pengeboran empat sumur eksplorasi yang berhasil di Natuna. Belanja modal ketenaga listrikan mencapai USD 63 juta untuk pengembangan CCPP Riau dan pengeboran eksplorasi geotermail Ijen.

Total Liabilitas

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), total liabilitas perseroan naik 0,74 persen dari USD 4,65 miliar pada 2019 menjadi USD 4,68 miliar pada 2020.

Total ekuitas perseroan merosot 9,7 persen dari USD 1,34 miliar pada 2019 menjadi USD 1,21 miliar pada 2020. Aset susut 1,61 persen dari USD 5,99 miliar pada 2019 menjadi USD 5,90 miliar pada 2020. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 296,47 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 456,21 juta.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel