Media: 20 Orang Tewas dalam Pertempuran Milisi Vs Pasukan Junta di Myanmar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Naypyidaw - Setidaknya 20 orang tewas dalam pertempuran antara milisi dan tentara junta Myanmar yang berkuasa, seorang saksi dan media lokal mengatakan pada Jumat 10 September 2021.

Laporan itu muncul setelah kelompok oposisi menyerukan "perang pertahanan rakyat" terhadap junta Myanmar yang berkuasa saat ini, menurut laporan sejumlah kantor berita asing seperti dikutip dari NDTV, Minggu (12/9/2021).

Pemerintah Persatuan Nasional (NUG)--yang dibentuk untuk melawan kudeta junta 1 Februari-- menyerukan pemberontakan melawan pemerintahan militer, dalam upaya nyata untuk mengkoordinasikan kelompok-kelompok yang memerangi tentara dan meyakinkan tentara dan pejabat negara untuk beralih sisi.

Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak penggulingan pemerintah Aung San Suu Kyi, yang mengakhiri satu dekade demokrasi tentatif dan memicu kemarahan nasional, pemogokan dan protes, dan melihat munculnya kelompok-kelompok milisi yang telah menyerang pasukan keamanan.

Pertempuran sejak Kamis 9 September antara milisi yang bersekutu dengan NUG di desa Myin Thar mengakibatkan korban di antara milisi lokal dan penduduk desa, setelah pasukan junta menggunakan artileri berat, menurut media dan seorang saksi.

"Mereka menembakkan artileri, mereka membakar rumah-rumah di desa kami," kata seorang penduduk, 42, yang menambahkan bahwa tiga anak serta putranya yang berusia 17 tahun, seorang anggota milisi, termasuk di antara 20 orang yang tewas.

"Saya kehilangan semua yang saya miliki... Saya tidak akan memaafkan mereka sampai akhir dunia," katanya kepada Reuters melalui telepon, menambahkan dia berjuang untuk mengenali putranya di antara mayat-mayat itu.

BBC Burma mengatakan 10 orang tewas di Myin Thar di wilayah Magway di Myanmar tengah, sementara situs berita Irrawaddy melaporkan 17 korban, di antaranya anak di bawah umur.

Juru bicara militer Zaw Min Tun mengkonfirmasi pertempuran terjadi di Magway, menurut Irrawaddy. Juru bicara itu tidak menjawab panggilan Reuters untuk meminta komentar.

Seruan untuk Menahan diri

Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)

Negara-negara tetangga Myanmar mendesak semua pihak untuk menahan diri, menyusul seruan NUG pada Selasa 7 September untuk pembalasan nasional. Beberapa analis telah memperingatkan langkah itu bisa menjadi bumerang dan mempersulit upaya oposisi untuk memenangkan dukungan internasional.

Irrawaddy juga melaporkan pembunuhan tiga tentara di kota terbesar, Yangon, pada hari Kamis.

Bentrokan meletus pada hari Kamis dan berlanjut pada Jumat malam di Thantlang di negara bagian Chin yang berbatasan dengan India, kata laporan berita

Radio Free Asia dan layanan berita Mizzima mengatakan militer melakukan serangan udara. Tidak ada laporan langsung tentang korban.

Menteri Pertahanan NUG tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi insiden pada hari Kamis dan Jumat.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan bentrokan, yang tidak disebutkan oleh MRTV yang dikelola negara dalam buletin berita malamnya.

Militer secara ketat mengontrol informasi dan medianya telah selektif dalam melaporkan kerusuhan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel