Media China Ledek Joe Biden Usai Taliban Kuasai Afghanistan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kabul - Media pemerintah China, Global Times, meledek Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden usai Taliban menguasai Afghanistan. Mereka pun menyandingkan foto Presiden Biden dan pasukan Taliban sedang menikmati es krim.

Taliban diketahui mengunjungi taman hiburan setelah menguasai ibu kota Kabul.

"Setelah bermain bombom car, Taliban terlihat makan es krim di Kabul pada Kamis," tulis Global Times di Twitter, Kamis (19/8/2021). "Hal itu mengingatkan beberapa netizen pada Presiden AS Joe Biden yang juga suka es krim."

Aktivitas lain yang dilakukan Taliban saat menguasai Kabul adalah mencoba peralatan gym di istana kepresidenan. Presiden Ashraf Ghani sudah kabur bersama kerabatnya.

Ketika Taliban menguasai Afghanistan, Presiden AS Joe Biden tak berada di Gedung Putih karena sedang liburan. Hingga kini, Presiden Biden belum mengundang wartawan untuk melakukan konferensi pers.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

China Dekati Taliban, Ada Apa?

Presiden Cina Xi Jinping seusai berbicara kepada awak media di Bandara Internasional Hong Kong, Kamis (29/6). Selama sepekan terakhir, Kepolisian Hong Kong sudah melakukan berbagai antisipasi terkait kunjungan Presiden Xi Jinping. (AP Photo/Kin Cheung)
Presiden Cina Xi Jinping seusai berbicara kepada awak media di Bandara Internasional Hong Kong, Kamis (29/6). Selama sepekan terakhir, Kepolisian Hong Kong sudah melakukan berbagai antisipasi terkait kunjungan Presiden Xi Jinping. (AP Photo/Kin Cheung)

Dilaporkan sebelumnya, pemerintah China memberikan sinyal untuk dekat dengan Taliban, bahkan setelah menguasai Afghanistan. Mereka berniat punya relasi "bersahabat" dengan Taliban.

Pertanyaan lantas muncul mengapa China ingin dekat dengan Taliban?

Menurut pakar Timur Tengah Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menjelaskan bahwa ada kepentingan terkait lithium.

"China saya kira juga memberikan dukungan, karena China punya konsesi terhadap pengembangan industri lithium yang sangat besar di sana," ujar Yon Machmudi kepada Liputan6.com, Senin (16/8).

Sebagai informasi, lithium adalah bahan baku untuk baterai mobil listrik. Daerah Afghanistan terkenal karena memiliki tambang lithium.

Akan tetapi, kepentingan China terhadang oleh pemerintahan Afghanistan sebelum Taliban berkuasa. Kehadiran Taliban bisa menjadi celah bagi China untuk masuk.

"Bermasalah ketika pemerintahan penguasa Ashraf Ghani," ujar Yon Machmudi. "Dengan masuknya Taliban, maka China akan memberikan support itu."

Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting

Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Taliban Rebut Kabul, Afghanistan Genting. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel