Media Sosial Dikerahkan untuk Sukseskan Pemilu

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVAMedia sosial yang semula hanya berfungsi sebagai alat eksistensi diri, kini merambah ikut mempengaruhi iklim politik. Salah satunya pemilihan umum (pemilu). Sejak tahun lalu hingga sekarang, Indonesia dan dunia masih dihadapkan pada bencana nonalam bernama pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, kegiatan politik yang sifatnya mengumpulkan massa tidak diperbolehkan, sehingga kampanye hanya boleh dilakukan melalui media sosial dan daring. Nah, kampanye seperti ini dinilai sebagai langkah tepat untuk diterapkan saat angka penyebaran COVID-19 masih tinggi.

Baca: Pria yang Pernah Drop Out Ini Jadi Trending di Twitter

Hal tersebut juga diikuti oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, yang kini sedang menggelar pemilu ketua ikatan alumni atau IA-ITB. Tak tanggung-tanggung, Instagram, Twitter dan WhatsApp, dikerahkan untuk menyukseskan hajatan tersebut.

"Kanal informasi tentang pemilu IA-ITB bisa diakses melalui Instagram dan Twitter di @pemiluiaitb2021 atau pun WhatsApp yang dikelola panitia," kata Ketua Kongres IA-ITB 2021, Agustin Peranginangin, Jumat, 5 Februari 2021.

Ia juga ingin membawa semangat sinergi alumni untuk menyerukan agar semua bisa bersatu demi menunjukkan bahwa ITB mampu menghadirkan kader bangsa untuk Indonesia maju.

"Selanjutnya, kami akan bergerilya untuk mendorong sebanyak mungkin alumni ITB untuk menghadiri konsultasi online (virtual hearing) sebanyak enam kali dan menjadi DPT yang sah pada bulan Februari-Maret 2021,” paparnya. Berikut kedelapan kandidat ketua IA-ITB:

Nomor urut pertama adalah Honesti Basyir. Ia adalah lulusan Teknik Industri 1987 yang kini menjabat sebagai direktur utama Bio Farma. Kedua yaitu I Made Dana Tangkas. Alumni Teknik Industri 1984 dan sempat menjabat sebagai direktur dari Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan ketua Pengembangan Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO).

Selanjutnya ketiga, yakni Gembong Primadjaja, lulusan Teknik Mesin 1986 yang pernah menjabat sebagai direktur PT Pelindo Energi Logistik dan ketua Tim Percepatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM.

Keempat adalah Hariyono, alumni Teknik Informatika 1985 yang pernah menjabat sebagai Direktur di PT Sigma Cipta Utama, kemudian Vice President of Information Technology di PT Elnusa. Kelima yaitu Bimo Sasongko, lulusan Teknik Informatika 1990 yang merupakan pendiri Euro Management Indonesia, ketua umum IABIE – Ikatan Alumni Program Habibie, serta wasekjen ICMI – Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia.

Nomor urut keenam yakni Syarifah Amelia, alumni Fisika 2007 dan kini menjabat sebagai direktur operasional PT Anugerah Selamat Mandiri (Tour Travel Umrah dan Haji), staf khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta direktur pengembangan Bisnis BUMD Kabupaten Belitung.

Ketujuh adalah Gatot Sudariyono, lulusan Teknik Mesin 1980, dan terakhir alias nomor urut delapan yaitu Seterhen Akbar Suriadinata. Ia merupakan alumni Teknik Elektro 2003 dan pendiri Labtek Indie sejak 2012, serta bekerja sebagai Freelance Remotely Operated Vehicle Pilot/Tech.