Media sosial dinilai jadi sarana promosi PON XX Papua yang efektif

·Bacaan 2 menit

Pelaksana Tugas (Plt) Koordinator Bidang Pemasaran Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua, Karsudi mengatakan, platform media sosial seperti TikTok dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan ajang kompetisi olahraga nasional tersebut.

Menurut Karsudi, TikTok saat ini telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak disukai masyarakat di berbagai kalangan sehingga cocok dijadikan sarana promosi PON XX Papua.

"Saya senang sekali ketika TikTok ingin bekerja sama dengan kami. Kami tidak menginginkan profit apapun karena yang kami inginkan adalah bagaimana PON XX Papua bisa lebih dikenal oleh khalayak secara luas," kata Karsudi dalam diskusi virtual, Kamis.

Baca juga: TikTok versi China batasi pengguna di bawah usia 14 tahun

Karsudi juga mengatakan bahwa melalui promosi di TikTok, banyak orang yang sangat penasaran dan antusias untuk menyaksikan penutupan PON XX Papua yang akan digelar 15 Oktober 2021.

Apalagi, menurut Karsudi, pada upacara penutupan PON XX Papua akan banyak artis yang hadir untuk turut meramaikan acara, seperti NOAH dan Agnez Mo.

"Saya rasa TikTok sudah sangat menyatu dengan berbagai kalangan terutama anak muda dan mereka sangat antusias melihat pagelaran penutupan PON nanti," ujar Karsudi.

Karsudi mengatakan pihaknya melihat bahwa setidaknya sudah 500 juta orang telah menyaksikan ajang PON XX Papua, jauh melampaui target awal yaitu 300 juta penonton.

"Tentunya dengan agenda penutupan nanti, saya rasa akan berlipat ganda," tambahnya.

Karsudi berharap bahwa di masa depan, TikTok tak hanya mempromosikan kegiatan olahraga yang berlangsung di Papua, tapi juga sebagai sarana untuk mempublikasikan potensi-potensi lain yang dimiliki Papua.

"Paling tidak, melalui TikTok kita bisa mempromosikan Papua dengan berbagai potensinya. Potensi yang berkaitan dengan sumber daya alam, pariwisata, dan budaya juga diharapkan dapat didorong melalui TikTok," pungkasnya.

Baca juga: Inggris desak platform video tingkatkan perlindungan pada pengguna

Baca juga: Literasi digital kolaborasi pemerintah dengan platform teknologi

Baca juga: TikTok bahas perkembangan industri film Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel