Media Sosial Rawan Informasi Sesat, ini Langkah yang Harus Dilakukan

Merdeka.com - Merdeka.com - Hati-hati membaca berita di internet. Tidak semua berita di dalamnya berisi kebenaran. Ada juga yang menyesatkan.

Internet menuntut penggunanya cermat memilah informasi yang diterima. Siapa pun kini bisa mengakses berita lewat internet. Tidak hanya membaca, mereka juga dapat menyebarkan berita dengan mudah. Akibatnya, beragam informasi lalu lalang di media sosial tanpa ada pihak melakukan kontrol.

Persoalan timbul ketika informasi tersebut tidak diketahui antara benar, palsu, di luar konteks, atau propaganda. Melansir Washington Post, Kamis (10/11), berikut panduan dasar bagi setiap orang dalam mengonsumsi berita di internet.

Sikap Curiga

Pikirkan siapa yang akan diuntungkan dengan beredarnya informasi tersebut. Banyak pihak tidak bertanggung jawab justru menyalahgunakan internet untuk menyebarkan informasi tidak benar. Menerapkan sikap curiga membuat Anda tidak menerima bulat-bulat suatu informasi.

Jangan Buru-Buru Sebarkan

Tahan diri Anda agar tidak membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan terlebih dahulu mengecek keabsahan informasi yang diterima.

Tidak peduli seberapa menghancurkan, mencerahkan, atau membuat marah. Anda harus menunggu sebelum menyebarkannya ke jaringan dan lingkungan terdekat.

Periksa Asal-usulnya

Lihat siapa yang membagikan informasi. Meskipun berasal dari teman atau anggota keluarga, jangan mudah percaya. Kecuali jika mereka berhubungan langsung dengan informasi tersebut.

Apabila merupakan orang asing atau organisasi, tanda centang verifikasi tidak lantas membuat akun dapat dipercaya.

Sekali lagi, Anda harus menerima setiap informasi dengan skeptis. Saat menyaring akun individu, lihat tanggal pembuatan akun tercantum di profil. Berhati-hatilah terhadap akun yang masih baru atau memiliki sedikit pengikut.

Untuk situs web, Anda dapat melihat tahun berapa situs tersebut dimulai. Tentunya dengan bantuan Google. Dengan mencari nama situs, lalu klik titik tiga vertikal di samping URL pada halaman hasil.

Akan terlihat tanggal berapa situs tersebut pertama kali masuk indeks mesin pencari. Masih sama dengan sebelumnya, hindari sesuatu yang terlalu baru.

Kumpulkan sumber terpercaya

Memeriksa kembali latar belakang seluruh akun yang dijumpai bakal memakan terlalu banyak waktu. Maka itu, kembali percaya hanya pada profesional.

Ada banyak media online di Indonesia yang sudah terverifikasi Dewan Pers. Beberapa media online juga secara aktif melakukan pemeriksaan fakta untuk Anda.

Anda bisa menggunakan alat berita khusus seperti Apple News, Google News atau Yahoo News, yang memilih sumber terpercaya. Di media sosial, pilihlah akun terverifikasi sebagai sumber Anda memperoleh berita.

Cari Tahu Konteks

Biasanya berita akan menyertakan informasi dari lapangan. Seperti video dan kutipan narasumber. Namun itu juga masih bisa keliru. Beberapa berita hanya menyajikan segenggam kecil informasi dari keseluruhan peristiwa.

Karena itu, coba untuk mencari konteks dari peristiwa yang diberitakan. Ambil berbagai data pendukung di internet, seperti media online atau televisi, untuk merangkai konteks dari berita tersebut.

Analisis Video/Foto

Jika Anda tertarik untuk mendalami keabsahan suatu video, bisa coba memperhatikan suntingan atau potongan aneh dari video yang beredar tersebut. Dengarkan audio dengan cermat dan bisa memanfaatkan alat pihak ketiga untuk membantu memeriksa keaslian video.

Untuk memeriksa gambar, tangkap layar dan masukkan ke dalam pencarian gambar Google. Jika gambar berhasil ditelusuri mesin pencari, maka kemungkinan gambar tersebut nyata alias bukan hasil suntingan.

Gunakan Situs Periksa fakta

Berbagai media dan situs web kini menawarkan layanan pengecekan fakta. Layanan cek fakta bertujuan untuk mengonfirmasi kebenaran suatu informasi. Demi bersama-sama melawan misinformasi dan berita hoaks di internet.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [noe]