Media Top AS Sebut China Bukan Pemuncak Klasemen Olimpiade Tokyo 2020

·Bacaan 1 menit

VIVAOlimpiade Tokyo 2020 telah memasuki hari ke-10. Kontingen China masih memimpin perolehan klasemen medali dengan mengumpulkan 28 emas, 16 perak, dan 15 perunggu, pada Senin 2 Agustus 2021 hingga pukul 18.40 WIB.

Negeri Tirai Bambu itu ditempel ketat oleh Amerika Serikat yang mengoleksi 21 emas, 24 perak, dan 16 perunggu. Sedangkan, tuan rumah Jepang berada di urutan ketiga dengan raihan 17 emas, 6 perak, dan 10 perunggu.

Namun, salah media top di AS, The New York Times, malah menyebut China berada di urutan kedua dan menempatkan kontingen Negeri Paman Sam itu di posisi pertama.

Bahkan, The New York Times juga melampirkan tabel yang menjelaskan bahwa AS saat ini masih unggul dari China di klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020

Memang, urutan peringkat yang ditampilkan oleh The New York Times adalah berdasarkan perolehan medali secara keseluruhan dan bukan berdasarkan medali emas yang diraih.

Dalam laporan yang ditayangkan The New York Times itu, AS tercatat sudah memperoleh 61 medali, sedangkan China baru 59 medali.

Tak ayal, laporan yang dipublikasikan oleh The New York Times sempat membingungkan para netizen yang membaca. Beberapa di antara mereka langsung mempertanyakan mengapa The New York Times menempatkan AS di atas China.

Padahal, dalam penentuan klasemen perolehan medali sudah jelas tergantung emas yang didapat masing-masing kontingen.

Sementara itu, hingga Selasa 3 Agustus 2021, pukul 00.00 WIB, China semakin kokoh di puncak klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 dengan 29 emas, 17 perak, dan 16 perunggu.

AS pun masih menguntit China dengan raihan 22 emas, 25 perak, dan 17 perunggu. Urutan ketiga masih ditempai Jepang dengan 17 emas, 6 perak, dan 10 perunggu. Di susul Ausralia di posisi keempat dengan 14 emas, 4 perak, dan 15 perunggu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel