Mediang Hadiwinoto Sang Adik Sultan HB X Dijuluki 'Kamus Pertanahan'

Mohammad Arief Hidayat, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kanjeng Gusti Pangerang Haryo (KGPH) Hadiwinoto, adik Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, meninggal dunia pada Rabu pagi, 31 Maret 2021, dalam perawatan di RSUP Dr Sardjito.

Di Keraton Yogyakarta, Hadiwinoto menjabat sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parastra Budaya dan Penghageng Tepas Panitikismo. Jabatan sebagai Penghageng Tepas Panitikismo bertugas untuk menangani permasalahan pertanahan milik Keraton Yogyakarta.

Menurut Sekretaris Daerah DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji, kali terakhir bertemu dengan Hadiwinoto tiga hari yang lalu dalam sebuah rapat. Saat itu, Hadiwinoto tampak sehat. “Beliau tidak kelihatan gerah (sakit),” katanya.

“[Saat itu] masih banyak informasi yang disampaikan beliau (Hadiwinoto). Karena beliau ini kalau tentang tanah kasultanan paling menguasai," ujarnya.

Aji mengenang sosok Hadiwinoto sebagai seorang pangeran yang rendah hati, sangat memahami permasalahan pertanahan Keraton Yogyakarta sehingga dikenal atau dijuluki sebagai ‘kamus pertanahan’ Keraton.

"Sehingga (Hadiwinoto) menjadi kamus bagi kami tentang informasi pertanahan, khususnya tanah kasultanan. Tentu kami merasa sangat kehilangan beliau, karena untuk cari sosok seperti beliau tidak mudah," kata Aji.

Hadiwinoto wafat pada usia 73 tahun, ketika dia menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito pada pukul 08.30 WIB. Menurut Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hernawan, Hadiwinoto meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.

Hadiwinoto merupakan adik kandung Sri Sultan HB X. Ayah mereka, Sultan HB IX, sementara ibunya, KRA Widyaningrum alias RA Siti Kustina.