Medley Lagu Daerah Ceriakan Peringatan HUT RI Ke-67

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Rangkaian lagu daerah yang ditembangkan di sela upacara Peringatan HUT RI Ke-67 di Istana Merdeka, mampu membuat beberapa tamu hanyut dalam keceriaan.

Beberapa tamu, di antaranya anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, para duta besar, anggota DPR dan DPD RI, keluarga mantan Presiden dan Wapres RI, pejabat eselon 1 dan 2, terlihat menggoyakan kepala, kaki dan tangan mengikuti irama lagu yang jenaka.

Tidak jarang, beberapa di antara dari mereka turut menyanyikan lagu-lagu daerah yang ditampilkan secara medley dalam format paduan suara dan orkestra itu.

Sementara beberapa tamu ikut bernyanyi, Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono sibuk mengabadikan penampilan tersebut dengan kamera DSLR-nya dari tempat duduknya.

Berperan sebagai paduan suara inti (didukung paduan suara gabungan pelajar se-DKI Jakarta) adalah paduan suara Gita Bahana Nusantara 2012 yang terdiri 132 putra putri terpilih dari 32 provinsi.

Tampil dalam balutan busana tradisional, mereka menyanyikan lagu-lagu daerah dengan merdu lagi jenaka, diiringi alunan musik dari orkestra Gita Bahana Nusantara, pimpinan Singgih sanjaya, yang juga bertindak sebagai arranger lagu.

Lagu-lagu yang ditampilkan antara lain Sing Sing So, Manuk Dadali, Lir Ilir, Sapu Tangan Bapucu Ampat, O Ina Ni Keke, dan Rasa Sayange.

Semangat seakan terpompa dan suasana ceria kian terasa berkat adanya perpaduan alat-alat musik ritmis tradisional seperti gondang Batak, gamelan, rebana, kendang Bali, kendang Sulawesi yang mengiringi penampilan tersebut.

Hadirnya alat musik tradisional ini juga secara tidak langsung melambangkan budaya Indonesia yang beragam namun tetap bersatu. Tidak heran kalau mereka yang mendengarkan akan larut dalam keceriaan.

Berita Terkait: HUT RI
  • Megawati: Kita Masih Punya Banyak PR
  • Rachel Amanda: Merdeka Itu
  • Rachel Amanda Bangga Punya Teman Anggota Paskibra
  • Mega Kaget Didaulat Bawa Sang Saka Merah Putih
  • HUT RI ke 67 Indonesia Sedang Sakit
  • Bendera Pusaka Berhasil Diturunkan
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.