Medsos TRUTH Social Besutan Donald Trump Melanggar Lisensi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Donald Trump berencana untuk membuat media sosial (medsos) baru bernama TRUTH Social. Sayangnya, sebagaimana dilansir Engadget, Minggu (24/10/2021), platform tersebut diselimuti masalah perizinan.

Software Freedom Conservancy (SFC) mengklaim Trump Media and Technology Group (TMTG) melanggar perjanjian lisensi ketika baru-baru ini meluncurkan versi uji coba TRUTH Social.

Situs web atau media sosial ini berjalan pada versi Mastodon yang dimodifikasi, platform sumber terbuka dan gratis untuk mengoperasikan jaringan media sosial seperti Twitter. Siapa pun dapat menggunakan Mastodon asalkan mereka mematuhi AGPLv3, lisensi perangkat lunak.

Salah satu ketentuan utama AGPLv3 adalah pemegang lisensi harus berbagi kode sumber mereka dengan semua pengguna. Dalam waktu singkat, versi uji TRUTH Social telah diluncurkan lebih awal, namun tidak melakukan langkah tersebut.

Saat ini, SFC, sebuah organisasi yang memberlakukan lisensi perangkat lunak sumber terbuka, mengatakan TMTG memiliki waktu 30 hari untuk mematuhi AGPLv3 atau bersiap untuk menghadapi konsekuensinya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sikap SFC

"Lisensi itu memperlakukan semua orang dengan setara (bahkan orang yang tidak kita sukai atau setujui), tetapi mereka harus beroperasi di bawah aturan yang sama dari lisensi copyleft yang berlaku untuk orang lain," kata SFC dalam sebuah posting blog.

Dikatakan, TMTG harus segera membuat kode sumber TRUTH Social tersedia untuk semua orang yang mengakses situs tersebut. Jika TMTG gagal melakukannya dalam 30 hari, TMTG akan kehilangan akses secara permanen ke perangkat lunak yang digunakan untuk membangun platform-nya.

“Begitulah cara kerja ketentuan AGPLv3--tanpa pengecualian--bahkan jika Anda seorang maestro real estat, bintang televisi realitas, atau bahkan mantan POTUS," kata SFC.

Jika TMTG tidak memenuhi permintaan, mereka bisa menghadapi gugatan.

"Kami akan memantau masalah ini dengan sangat cermat dan menuntut agar Grup Trump memberikan sumber yang sesuai kepada semua yang menggunakan situs tersebut," ujar SFC.

TRUTH Social Meluncur Tahun Depan

"Saya membuat TRUTH Social dan TMTG untuk melawan tirani perusahaan teknologi besar saat ini," kata Trump dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari MSN, Kamis (21/10/2021).

Dia menambahkan, "Kita hidup di dunia di mana Taliban memiliki kehadiran besar di Twitter, namun Presiden Amerika favorit Anda telah dibungkam. Ini tidak dapat diterima."

Selain soft launching aplikasi bulan depan, Trump dan timnya berencana untuk merilis TRUTH Social ini secara nasional pada awal tahun depan.

Selain itu, perusahaan juga berencana untuk merilis sebuah layanan video-on-demand yang nantinya akan menampilkan program hiburan, berita, dan podcast.

Donald Trump Ingin Akunnya Dibuka Lagi

Di sisi lain, Donald Trump meminta hakim federal di pengadilan Florida untuk memaksa Twitter membuka kembali akun miliknya.

Donald Trump beralasan, Twitter secara tak pantas menangguhkan akunnya karena menerima tekanan dari anggota kongres.

Dalam laporan Bloomberg, dikutip dari New York Post, Senin (4/10/2021), pengajuan Trump mengatakan Twitter "menjalankan tingkat kekuasaan dan kontrol atas wacana politik di negara ini yang tidak terukur."

Lebih lanjut, dalam pengajuannya di Jumat pekan lalu, Presiden AS ke-45 itu mengatakan hal tersebut "secara historis belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat berbahaya untuk membuka debat demokratis."

Selain itu, pengajuan Trump mengklaim Twitter secara tidak benar melakukan sensor pada kontennya, dengan memberikan tanda seperti "informasi menyesatkan" dan label partisan lain di cuitannya.

Infografis Donald Trump

Infografis Presiden AS Donald Trump (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Presiden AS Donald Trump (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel