Medvedev singkirkan Nadal untuk bertemu Thiem di Final ATP

·Bacaan 2 menit

London (AFP) - Daniil Medvedev menyingkirkan Rafael Nadal di pertarungan yang melelahkan di pertandingan semifinal turnamen akhir tahun di ATP Finals di London pada Sabtu, untuk selanjutnya bertemu di partai puncak menghadapi Dominic Thiem, penakluk Novak Djokovic.

Nadal, petenis nomor dua dunia asal Spanyol, yang belum pernah memenangi ajang elit itu dalam karirnya yang gemilang tersebut, menyerah 6-3, 6-7 (4/7), 3-6.

Pada pertandingan sebelumnya, juara AS Terbuka Thiem bangkit dari ketertinggalan 0-4 pada tie-break set ketiga melawan Djokovic untuk menang 7-5, 6-7 (10/12), 7-6 (7/5).

Medvedev, pemain bertubuh raksasa asal Rusia - yang telah memenangkan sembilan pertandingan berturut-turut - membuat Nadal di bawah tekanan intens pada tahap awal pertandingan malam mereka di O2 Arena yang tanpa penonton.

Tapi dia sempat membuang peluang dan bermain buruk pada set pertama sehingga Nadal berhasil mematahkan servisnya untuk memimpin 5-3 sebelum merebut set tersebut.

Medvedev segera menemukan fokusnya pada awal set kedua, memenangi game servis pertamanya, sementara Nadal, finalis dua kali pada event tersebut, melakukan kesalahan ganda untuk memberi petenis Rusia itu keunggulan 2-0.

Tepat ketika Medvedev tampak seperti sedang meluncur, Nadal, 34, kembali mematahkan servis lawan untuk mengambil kendali penuh dan nyaris merebut kembali set kedua.

Namun diluar dugaan, juara Grand Slam 20 kali itu bermain ceroboh, membuat petenis Rusia itu kembali menemukan bentuk pertandingan dan berbalik merebut set kedua tersebut setelah memenangkan tie-break.

Pada set ketiga yang menentukan - petenis Rusia itu menghasilkan overhead winner pada break point ketiganya, kembali mematahkan servis lawan untuk mengalahkan Nadal untuk pertama kalinya.

"Rasanya seperti saya melakukan pukulan yang bagus tetapi tidak berpengaruh dalam pertandingan ini itulah mengapa saya kalah. Dia lebih baik di saat-saat kritis. Saya tidak bisa bangkit kembali pada saat-saat genting, tidak bisa melakukan pukulan yang bagus.

Kemenangan Thiem melawan Djokovic mengakhiri harapan petenis nomor satu dunia itu untuk menyamai rekor enam gelar Roger Federer di turnamen yang hanya diikuti delapan petenis peringkat teratas itu.

Runner-up 2019 tersebut menghadapi perjuangan berat secara psikologis setelah menyia-nyiakan empat match point pada tie-break set kedua.

Tapi dia dengan cepat kembali ke jalur kemenangan dan bangkit dari situasi putus asa pada saat tie-break set terakhir, memenangkan enam poin berturut-turut untuk mendapatkan dua match point.

"Itu pasti pertarungan mental," kata Thiem. "Saya menjadi sangat tegang pada saat tie-break set kedua, pertama-tama karena menghadapi petenis legendaris ini akan selalu menjadi sesuatu yang istimewa.

"Dan kemudian bermain untuk final di sini di ATP Finals juga merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Saya pikir setelah gelar besar pertama di New York, mungkin saya akan sedikit lebih tenang."