Mega Eltra-Lagenda NPK Indonesia sepakat produksi pupuk NPK

·Bacaan 1 menit

PT Mega Eltra dan PT Lagenda NPK Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama untuk kesepakatan jasa maklon memproduksi pupuk NPK dan merek dagang bersama.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat, kerja sama tersebut menyatakan bahwa Mega Eltra menyediakan bahan baku pupuk tunggal beserta kemasannya yang nantinya diolah oleh Lagenda menjadi pupuk majemuk NPK compact dengan merk dagang yang telah disepakati bersama yaitu merek dagang “Bunga Tulip” yang diberi nama NPK Melagenda.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Direktur Utama Mega Eltra Hilman Taufik dan Direktur Lagenda NPK Indonesia, Fadilawaty di Jakarta, Kamis (18/11). Turut serta hadir Direktur Komersil dan Operasi Mega Eltra Indrajaya, dan Direktur Keuangan dan SDM Mega Eltra Dundi Insan Perlambang.

Hilman Taufik menjelaskan untuk tahap awal trial pasar, akan dipasarkan NPK sejumlah 500 ton dan secara gradual bisa meningkat yang pada akhirnya menambah variabilitas dalam bisnis NPK Komersil di pasar domestik.

“Sebagai anggota PT Pupuk Indonesia (Persero) yang menjalankan kegiatan utamanya dalam bidang trading, salah satunya adalah menjadi penyedia pupuk selain yang diproduksi oleh PT Pupuk Indonesia yang dalam hal ini sebagai penyedia NPK untuk kebutuhan ritel dalam negeri,” jelas Hilman.

Sementara itu, Fadilawaty menyatakan kesediaannya juga untuk membantu memasarkan dan mendistribusikan sebagian dari hasil produksi jika diperlukan.

Dengan adanya kerjasama jasa maklon pupuk NPK ini diharapkan menjadi sebuah sinergi yang baik dan berkelanjutan antara Mega Eltra dengan Lagenda NPK Indonesia.

Baca juga: Mega Eltra pasok pupuk KCl untuk PTPN Grup
Baca juga: Mega Eltra berupaya tingkatkan penjualan pupuk komersial
Baca juga: Mega Eltra-Pindad kerja sama produksi-pasarkan mesin pertanian

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel