Megawati: Apa Guna Berpolitik tapi Menyebar Kebencian?

·Bacaan 1 menit
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas ini bertajuk 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas ini bertajuk 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, bernyanyi lebih baik dibanding menyebarkan kebencian. Menurut dia, berpolitik tak boleh hingga merusak diri sendiri.

"Kalau ada yang mau merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia, betul saya tidak bohong, coba saja. Saya ini sudah nahan sabar," kata Megawati saat kantor dan patung Soekarno, Rabu 28 Oktober 2020.

Megawati melanjutkan, dirinya melihat adanya kecenderungan ajang pemilihan presiden (Pilpres) yang sebenarnya sudah top karena rakyat memiliki hak memilih langsung pemimpinnya. Namun kini, dia menilai ajang pilpres hanya menjadi tempat dongkel mendongkel.

"Itu demokrasi jangan sampai merusak, berpolitik murni justru membuka peluang untuk membangun bangsa dan negara," jelas Megawati.

Karenanya Megawati mempertanyakan, apa guna berpolitik tapi menyebar kebencian. Sebab, semua yang akan merugi adalah rakyat.

"Masa mau dibohongi terus itu rakyat? Kan hanya untuk kesombongan dan ego. Kita hidup baik-baik saja lah. Saya ajarkan kepada anak cucu saya, dunia ini dibuat oleh Allah SWT dengan segala makhluk, jadi ya bukan manusia saja," Megawati menandasi.

13 Kantor Baru

Megawati Soekarnoputri meresmikan 13 kantor, 1 patung Sukarno dan 1 sekolah partai secara daring. salah satunya adalah kantor PDIP di Yogyakarta.

"Dalam momen ini Kantor PDI Perjuangan DPD Yogyakarta jadi persembahan khusus kepada Ibu Ketua Umum (Megawati). Apalagi beliau lahir di Yogyakarta. Didesain khusus," kata Sekjen PDIP Hasto dalam keterangannya, Rabu (28/10/2020).

Hasto menekankan, 13 kantor partai yang akan diresmikan itu akan menjadi pusat kebudayaan, kaderisasi dan roda organisasi. Dia juga mengajak pemuda untuk berkreasi dan menumpahkan gagasannya di dalam kantor PDIP yang ada di seluruh Indonesia.

"Kantor rakyat terbuka untuk pemuda, karena pada dasarnya PDI Perjuangan menyatu dengan pemuda," ungkap dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: