Megawati Ingatkan Kepemimpinan Strategik Tidak demi Pencitraan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menjelaskan tentang karakter kepimpinan strategik. Menurut dia, karakter dengan kepemimpinan itu haruslah benar-benar turun ke lapangan, bukan sekadar demi pencitraan.

“Kepemimpinan strategik juga tidak bisa berdiri atas dasar pencitraan,” kata Megawati mengatakan itu dalam orasi ilmiahnya usai menerima gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, di kampus Unhan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Juni 2021.

Megawati lantas mengutip pernyataan Jim Collins, seorang peneliti dan penulis berkebangsaan Amerika Serikat, mengenai kepemimpinan yang membangun organisasi jauh lebih penting, ketimbang sekadar membangun popularitas secara pribadi.

Kepemimpinan strategik, kata Megawati, memerlukan kerja turun ke bawah, dan langsung bersentuhan dengan rakyat bawah atau wong cilik.

“Sebab ukuran kemajuan suatu bangsa, parameter ideologis justru diambil dari kemampuan negara di dalam mengangkat nasib rakyat yang paling miskin dan terpinggirkan,” kata Megawati.

“Itulah tanggung jawab etik dan moral terbesar seorang pemimpin menghadirkan terciptanya keadilan sosial,” ujar putri Proklamator Sukarno itu.

Megawati lalu mengajak agar kritik dan otokritik dilakukan sebagai refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa.

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin di jajaran pemerintahan negara, baik pusat maupun daerah, pimpinan partai politik, TNI, Polri dan seluruh aparatur sipil negara, untuk mengambil hikmah terbesar tentang makna kepemimpinan strategik yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” kata Megawati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel