Megawati Ingatkan Petugas Partai: Tidak Bisa Lagi Sebagai Pribadi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan seluruh petugas partainya untuk memahami tugas dan fungsi mereka. Menurutnya, sebagai petugas partai tidak lagi berperan sebagai pribadi masing-masing.

Hal itu dia sampaikan saat meresmikan 25 kantor partai baru di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Indonesia sekaligus penandatanganan prasastinya secara virtual, Minggu, 30 Mei 2021.

"Sebenarnya untuk apa kalian-kalian ini adalah petugas partai, jangan lupa kalian adalah petugas partai. Tidak bisa lagi sebagai pribadi-pribadi, karena ini namanya sebuah organisasi, organisasi partai politik," tuturnya.

Karena itu, Presiden Indonesia yang kelima ini menyatakan, ideologi yang dimiliki para petugas partai harus satu padu dengan ideologi yang dianut partai, yakni Pancasila. Dia tidak mau ada petugas partai yang tidak memiliki keyakinan terhadap ideologi tersebut.

"Ideologi pancasila harus dengan bangga tanpa tedeng aling-aling, kalau orang tanya apakah ideologi mu maka ideologi saya adalah pancasila. Tidak perlu eee, saya suka masih ketawa loh masih ada yang begitu, masih berpikir lagi. Tidak bisa, tidak bisa," tegasnya.

Adapun 25 kantor ini, disebutkannya, berada di wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Maluku. Sedangkan sisanya berada di DPC seperti Ogan Komering Ulu Timur, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kapuas, Barito Utara, Pulang Pisau hingga Tapanuli Utara,

"Dan alhamdulillah juga dari struktur partai yang sekarang ini telah mulai bisa membuat kantor partai adalah pengurus anak cabang atau PAC yaitu Sukoharjo, lalu kesemuanya ada enam dari Sukoharjo," ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini masih penting adanya kantor fisik partai. Sebab, kantor cabang itu menurutnya dapat dijadikan tempat untuk melakukan rapat dan koordinasi dari para petugas partai dalam memajukan dan mengembangkan partai.

"Karena dengan demikian kita mempunyai sebuah kemampuan fisik untuk selalu bekerja, selalu bergiat. Bayangkan kalau tanpa hal itu bagaimana kita akan bertemu, saya sudah instruksikan bahwa rapat-rapat partai harus selalu dilakukan," tutur Mega.