Megawati Jawab Tudingan Puji-Pujian Diri Sendiri di Karya Ilmiahnya

·Bacaan 2 menit
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mendapatkan membacakan karya ilmiahnya dalam penganugerahan Guru Besar dari Universitas Pertahanan. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri merespons kabar viral terkait karya ilmiahnya yang dianggap lebih banyak memberikan puji-pujian terhadap dirinya sendiri.

Karya ilmiah Megawati yang berjudul Kepemimpinan Presiden Megawati Pada Era Krisis Multidimensi, 2001-2004 itu dibuat sebagai syarat pemberian gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan).

Megawati menyebut dirinya tidak membutuhkan puji-pujian. Sebagai anak proklamator kemerdekaan, dan presiden RI, Mega mengaku sudah ‘kenyang’ dengan hal itu.

"Saya baru lahir sudah dijaga, dari bayi. Jadi kalau saya dibilang, saya mau muji-muji diri, saya sudah kenyang. Jadi presiden sudah, anak presiden udah, alhamdulillah..” ucap Mega dalam orasi ilmiahnya yang digelas di Aula Merah Putih Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021).

Megawati mengatakan, sebagai tokoh yang pernah menjadi Presiden RI, dirinya selalu menekankan tanggung jawab kepada jajarannya. Namun demikian, sebagai pemimpin tertinggi, Megawati mengaku selalu meminta para menterinya untuk tidak takut mengeksekusi kebijakan yang diperintahkan olehnya.

"Yang harus melekat jati diri bangsa kepemimpnan strategis adalah tanggung jawab. Jadi bukannya saya memuji diri saya. Saya kasih tugas ke menteri saya, jangan takut, saya yang bertanggung jawab,” ucap dia.

Raih Gelar Profesor

Megawati Soekarnoputri resmi menyandang gelar profesor dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Hal itu ditetapkan berdasar Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

"Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia nomor 33271/MPK.A/KP.05.00/2021 tentang pengangkatan dalam jabatan akademik dosen tidak tetap dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menimbang dan seterusnya mengingat memperhatikan dan seterusnya memutuskan menetapkan dosen tidak tetap nama Doktor Honoris Causa Megawati Soekarnoputri," kata Sekretaris Senat Akademi Universitas Pertahanan Republik Indonesia saat membacakan surat keputusan tersebut di Aula Merah Putih Universitas Pertahanan, Bogor, Jumat (11/6/2021).

Megawati diketahui menjabat di bagian unit kerja Universitas Pertahanan Republik Indonesia terhitung mulai tanggal 1 Juni 2021 diangkat dalam jabatan profesor dalam ilmu kepemimpinan strategi

"Ditetapkan di Jakarta, 20 Mei 2021 Mendikbud Riset dan Teknologi Republik Indonesia ditandatangani Nadiem Anwar Makariem," tandas surat keputusan tersebut.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel