Megawati Kirim Surat Perintah ke Kader-kader PDIP agar Siap Siaga

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah harian ke seluruh kader di Indonesia. Isinya mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Surat perintah harian itu diinformasikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagaimana keterangan pers yang diterima VIVA, Kamis 29 April 2021.

Dalam suratnya, Megawati menjelaskan, letak geografis Indonesia yang berada di jalur gunung api dunia (ring of fire) dan pertemuan tiga lempeng tektonik. Kondisi itu yang membuat Indonesia tak terelakkan sangat rentan terjadi gempa bumi vulkanik dan tektonik dari skala kecil hingga besar. Apabila terjadi di laut bukan tidak mungkin menimbulkan bencana tsunami.

"Bahwa bencana alam dan bencana non-alam, bencana basah maupun kering termasuk akhir-akhir ini muncul bencana lingkungan berupa siklon tropis sebagai dampak perubahan iklim global dengan eskalasi yang semakin meningkat," demikian isi surat perintah harian Megawati.

Selanjutnya Megawati menyatakan PDIP telah melakukan kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Kerja sama itu supaya membantu rakyat Indonesia di dalam membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap bencana. Kesadaran mengenai bencana penting untuk memperkuat kemampuan di dalam mitigasi dan tanggap darurat.

Berdasarkan hal itu pula, mengingat 26 April lalu telah dimulai peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, maka Megawati menyerukan kepada seluruh kader agar sigap dan tanggap.

"Setiap tanggal 26 di setiap bulannya, seluruh kepala daerah, wakil kepala daerah, pimpinan DPRD, Kader dan anggota Partai di seluruh Indonesia untuk mengadakan Simulasi Penanganan Bencana, yang pelaksanaannya bekerja sama dengan instasi terkait penanganan bencana," perintah Megawati dalam poin pertama.

Kedua, khusus Kepala Daerah dari PDIP dan struktural partai di daerah harus dapat bekerja sama dengan BMKG, Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, BNPB, BASARNAS, Perguruan Tinggi dan istansi pemerintah lainnya.

"Untuk melakukan kajian terhadap potensi atau kerawanan bencana di wilayah provinsi dan Kabupaten Kota di daerahnya masing-masing,"ungkap Megawati.

Ketiga, berdasarkan kajian pemetaan dan kerawanan bencana tersebut, PDIP mendorong kebijakan tata ruang, desain bangunan tahan gempa, ketaatan terhadap pemenuhan ketentuan garis sepadan pantai, garis sepadan sungai, garis sepadan jalan dan garis sepadan bangunan.

"Serta melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah," tutur Megawati.

Terakhir Presiden RI kelima itu mendorong juga pelaksanaan kebijakan tas siaga bencana, desa sadar bencana, desa siaga bencana, dan penguatan Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDIP dengan cadangan logistik yang diperlukan manakala terjadi bencana.

"Kelima, terus melakukan pemulihan lingkungan melalui gerakan penghijauan di hulu sungai dan restorasi lahan kritis," begitu isi perintah Mega.