Megawati Kumpulkan Kader PDIP Hadapi Pilkada Bali

Semarapura (ANTARA) - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengumpulkan sejumlah kader partainya untuk memenangkan pasangan calon Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan pada Pilkada Bali 15 Mei mendatang.

Dalam pertemuan tertutup selama dua jam di rumah Bupati Klungkung I Wayan Candra di Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu, Megawati menginstruksikan kadernya bekerja keras menggalang dukungan untuk pasangan Puspayoga-Sukrawan.

Ditemui seusai pertemuan, Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bagian dari konsolidasi internal partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran itu.

"Tidak hanya Pilgub Bali, pertemuan ini juga membahas DCS (daftar calon anggota legislatif sementara)," kata anggota Fraksi PDIP DPR periode 2004-2009 itu.

Menurut dia, konsolidasi itu dilakukan Megawati sejak Sabtu (16/3) lalu di Karangsem. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan di Bangli dan Denpasar.

Terkait kekerasan yang dilakukan pendukung Puspayoga-Sukrawan terhadap baliho pasangan calon lain, Hasto menyatakan tidak setuju, termasuk mengenai isu pembunuhan terhadap Made Mangku Pastika selaku Gubernur petahana yang pada pilkada tahun ini dicalonkan Partai Demokrat, Partai Golkar, dan tujuh parpol koalisi.

"Saya yakin, kader PDIP tidak akan melakukan tindakan kekerasan seperti. Kader PDIP menjunjung tinggi demokrasi," kata politikus asal Madiun, Jawa Timur itu.

Selain sejumlah kader PDIP, pertemuan yang berlangsung tertutup itu juga dihadiri pasangan Puspayog-Sukrawan. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.