Megawati Menangis karena Jokowi Diejek dan Dibully

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengaku kerap kali menangis melihat Presiden Joko Widodo diejek dan di-bully dengan sesuatu yang menurutnya tidak bermoral.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu, meminta para pihak yang menyampaikan kritik terhadap Presiden Jokowi dan pemerintah, dilakukan secara beretika. Baginya, orang-orang yang mengkritik tanpa dasar dan hanya mengolok-olok adalah pengecut.

Hal ini disampaikan Megawati saat memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Besakih, Bali secara daring, Rabu 18 Agustus 2021.

"Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis loh. Beliau itu sampai kurus. Kurus kenapa. Mikir kita. Mikir rakyat. Masak masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut, saya bilang. Saya di-bully juga nggak takut kok. Coba datang berhadapan. Jantan kamu. Kita mesti berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," kata Megawati.

Megawati memang tak bisa menyembunyikan kesedihan dan kekesalannya. Saat menyampaikan itu, terdengar suaranya bergetar. Acara juga yang dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dan Menteri PUPR itu, awalnya dimulai dengan pernyataan Megawati tentang keIndonesiaan.

Megawati meminta semua pihak, berkontribusi membangun Indonesia dengan spirit 'Bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya'.

"Tidak sembarangan lho bikin Indonesia Raya itu. Luar biasa," kata Megawati.

Bahkan saat berniat menekan tombol peresmian Pura Besakih itu, Megawati kembali menyoroti pengkritik Presiden Jokowi. Dia menyampaikan keprihatinannya atas masih seringnya Presiden Jokowi menerima kritik yang kerap disampaikan secara tidak beretika.

Lantas Megawati menyampaikan, kritik sah-sah saja disampaikan. Kritik yang baik disampaikan secara konstruktif dan solutif.

"Saya hanya ingin orang itu datang baik-baik bertemu Pak Jokowi. Kegagalannya di mana dan konsep dari orang itu supaya tidak gagal seperti apa," kata Megawati.

Megawati menegaskan, pihaknya berada di belakang Presiden Jokowi di masa pandemi COVID-19. Masa krisis ini, kata putri Proklamator Bung Karno itu, semua pihak harus bersatu dan gotong royong dalam menghadapinya.

"Saya katakan ke Pak Jokowi. Bapak yang tegar saja. Kami di belakang Bapak karena ini adalah cobaan bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia. Coba dilihat di televisi, negara super power Amerika pun mengalami. Saya sangat sedih kalau banyak orang yang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi. Pak Jokowi gagal. Pemerintah kita gagal," tutur Megawati.

Di kesempatan yang sama, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang ikut mendampingi Megawati dalam acara tersebut, menegaskan bahwa kebijakan PDIP terhadap pemerintahan Presiden Jokowi sangat jelas.

“PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintahan Presiden Jokowi, terlebih dalam situasi yang sulit seperti ini. Dukungan partai semakin kokoh,” kata Hasto.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel