Megawati Meneteskan Air Mata Kala Hasto Cerita Tentang Bung Karno

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan cerita mengenai mimpinya terkait keinginan agar Proklamator Soekarno (Bung Karno) diterima sewajarnya di Republik Indonesia. Saat Hasto menyampaikan hal itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menitikan air mata.

"Yang paling penting adalah, pada Ibu Megawati Soekarnoputri. Saya teringat pada tahun 2008 saat itu di Buleleng, di pinggir pantai suasananya enak, suasananya sangat kontemplatif, saya bertanya kepada Ibu, apa mimpi Ibu Mega?. Ini belum pernah saya ceritakan," kata Hasto di Aula Merah Putih, Unhan RI di Kawasan IPSC-Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6).

"Ibu Mega diam sejenak lalu mengatakan, mimpi saya adalah agar Bung Karno diterima sewajarnya diterima di republik ini," tambahnya yang membuat Mega menitikkan air mata.

Lebih lanjut, Hasto menilai mimpi tersebut sangat amat luar biasa, apalagi dari pengalaman Megawati yang mengatakan bahwa hidupnya bagaikan falsafah Jawa cokro panggilingan. Menjadi anak presiden, tinggal di istana, dan akibat peristiwa politik yang tidak jelas kebenarannya sampai sekarang menjadi rakyat biasa, dan tidak membawa apa-apa. Bahkan, kata Hasto, Bung Karno tidak tahu berapa gajinya dan dari mana dana pensiunnya.

"Kita tahu apa yang terjadi pada Bung Karno, suatu ketika tanpa proses yang jelas Bu Mega menengok Bung Karno membawa ransum makanan, mau dikasihkan ke proklamator yang telah berjuang sejak 16 tahun, keluar masuk penjara dengan penuh keyakinan berjuang untuk kepentingan negara jauh lebih penting dari keluarga, makanan yang dibawa Ibu Mega ini diaduk-aduk dengan bayonet," papar Hasto.

Akan tetapi, saat Soeharto jatuh di era reformasi, semua menghujat. Hanya Megawati yang dengan tegas meminta agar hujatan itu dihentikan.

Bahkan, Megawati melakukan langkah rekonsiliasi nasional dan tidak ada sedikitpun dendam dari Megawati kepada Suharto. Karena, pemerintah dibangun untuk mengatasi krisis yang menyengsarakan rakyat.

"Dan kemudian saya bertanya kenapa Ibu justru dengan pengalaman yang seperti itu, Ibu melarang Pak Harto agar jangan dihujat?. Ibu Mega mengatakan 'saya tidak ingin di negara ini seorang pemimpin dipuja ketika berkuasa dan dihujat ketika tidak berkuasa, biarlah itu menjadi pengalaman dari Bung Karno saja'. Menurut saya ini luar biasa,” ujarnya.

Hasto pun menyebut Megawati ini lebih hebat dari Nelson Mandella. Karena Megawati hanya memiliki cita-cita yang sederhana agar bagaimana Bung Karno diterima apa adanya.

"Untuk itu, penelitian ini kami persembahkan bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, sehingga mimpi Ibu, Bung Karno tidak hanya diterima sebagai apa adanya, tetapi Bung Karno dengan pemikirannya selalu hidup untuk menggerakkan bangsa Indonesia menjadi pemimpin di dunia," imbuh Hasto. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel