Megawati Minta Kaum Perempuan Ikut Aktif Berpolitik

·Bacaan 1 menit
Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa-mahasiswi Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020). (foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mendorong kaum perempuan untuk terjun ke dunia politik. Menurut Megawati, perempuan tidak perlu merasa tabu berbicara masalah politik.

Megawati mencontohkan dirinya yang terjun ke dunia politik serta melalang buana dari anggota DPR hingga menjadi Presiden RI dan ketua umum partai. Menurutnya, semua perempuan bisa berkarir di dunia politik seperti dirinya.

"Contoh saya, seorang perempuan bisa jadi presiden, wakil presiden, tiga kali (anggota) DPR, ketua umum partai sampai sekarang, apalagi coba dong? Ya sebenarnya kalian pun bisa, semuanya bisa," ujar Megawati dalam dalam acara bertajuk Indonesia Muda Membaca Bung Karno yang digelar Megawati Institute secara daring, Selasa (29/6/2021).

Ketua Umum PDIP ini mengatakan, perempuan saat ini sudah bicara politik. Seperti hanya sekadar bicara harga sembako, sebagai bentuk keterlibatan perempuan di dunia politik.

"Perempuan suka merasa tabu berpolitik, padahal saya bilang, kalau berbicara harga cabai, itu berpolitik. Jadi ibu-ibu, please, tolong kaum perempuan itu," ujar Megawati.

Minta Kaum Laki-Laki Mendukung

Megawati juga meminta kaum laki-laki mendukung perempuan untuk berkembang. Bukan dikekang di dalam rumah tangga, bahkan melakukan kekerasan domestik. Megawati mengatakan, kehidupan seimbang jika laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan sama.

"Jadi jangan takut kaum perempuan itu. Nah lakinya juga nurut dong. Burung garuda terbang ke angkasa dengan kepakan dua sayapnya, maksud saya sayapnya iki sopo, suami istri, laki perempuan. Lah kalau satu keok mana bisa terbang," pungkasnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel