Megawati Tulis Sendiri Obat-obatan dan Makanan untuk Bencana NTT

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut turun tangan langsung mengoordinasi para kader partainya untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Megawati turun langsung untuk memastikan kadernya bergerak di lapangan dalam penanganan bencana sekaligus pengiriman bantuan kepada masyarakat.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, partainya sudah menurunkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yakni sayap partai khusus kebencanaan untuk menyebar di sejumlah titik lokasi.

"Tadi malam ibu Megawati terus mengoordinasikan bagaimana gerak Baguna dalam tanggap bencana di NTT," kata Hasto dalam keterangannya pada Rabu 7 April 2021.

Dia melanjutkan, kerja penyelamatan para korban oleh petugas Baguna berkoordinasi dengan para aparat pemerintahan dan instansi yang berwenang. Termasuk distribusi bantuan logistik yang sudah berjalan sejak hari Minggu.

"Instruksi ibu Mega sangat detail di dalam tanggap darurat penanganan bencana. Sampai Beliau menuliskan sendiri jenis obat-obatan, makanan dan hal-hal penting yang harus dibeli untuk menolong ibu-ibu dan anak-anak,” kata Hasto.

Dari Bali, lanjut Hasto, Megawati juga memerintahkan agar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali I Wayan Koster segera bergerak yakni membangun posko dan mengerahkan kader Baguna Bali terbang dan menuju ke NTT.

"Sebab itulah sifat dan sikap gotong royong kita menghadapi bencana," lanjut Hasto.

Lebih jauh, Hasto mengatakan PDIP juga terus mendorong kesadaran bahwa masalah kebencanaan ini tak hanya sekadar soal tindakan pascabencana. Yang utama yang diingatkan Megawati, perlu mencermati perkembangan dan dampak pemanasan global yang berimbas pada perubahan iklim saat ini.

Contoh di bencana di NTT yang terjadi penyebab dari perubahan iklim kemudian terjadi siklon tropis. Padahal bencana ini seharusnya tak terjadi di wilayah yang berada di khatulistiwa seperti Indonesia. Namun faktanya kini kondisi itu terjadi yang oleh BMKG salah satunya dipengaruhi suhu permukaan air laut makin panas.

"Proses ini yang membawa dampak hingga terjadi bencana ke NTT. Itulah ketika alam tak kita kelola dengan baik," kata Hasto.

"Maka Ibu Megawati dan PDI Perjuangan selalu mengingatkan bahwa dalam politik perencanaan pembangunan, kita harus memperhatikan perubahan iklim yang dampaknya dahsyat dalam bencana lingkungan," lanjut Hasto.