Meghan Markle Akhirnya Ungkap Alami Keguguran Tahun Ini

Rochimawati, Wahyu Firmansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – The Duchess of Sussex telah mengungkapkan kesedihannya setelah mengalami keguguran. Ia menuliskan kabar duka itu pada kolom opini di New York Times. Padahal Meghan Markle dan Pangeran Harry telah menantikan kelahiran anak kedua mereka.

Meghan menceritakan peristiwa itu terjadi pada Juli 2020 lalu. Saat itu ia sedang melakukan aktivitasnya seperti biasa dan sedang mengganti popok putra pertamanya, Archie.

Namun, Meghan tiba-tiba saja merasakan kram yang sangat menyakitkan yang membuatnya terjatuh ke lantai. Saat itu, ia merasa ada sesuatu yang salah dengan kandungannya.

"Setelah mengganti popoknya, saya merasakan kram yang tajam. Aku menjatuhkan diri ke lantai dengan dia dalam pelukanku, menyenandungkan lagu pengantar tidur untuk membuat kami berdua tetap tenang, nada ceria sangat kontras dengan perasaanku bahwa ada sesuatu yang tidak benar," tulis Meghan dikutip VIVA, Rabu, 25 November 2020.

"Saya tahu, saat saya menggenggam anak pertama saya, bahwa saya kehilangan anak kedua," sambungnya.

Usai kejadian itu, Meghan dilarikan ke sebuah rumah sakit. Ia terbaring lemas sambil terus menggenggam tangan pangeran Harry. Saat itu, Meghan terus mengingat hari-hari setelah mengalami keguguran.

"Aku merasakan kelembapan telapak tangannya dan mencium buku jarinya, basah dari kedua air mata kami. Menatap dinding putih dingin, mataku berkaca-kaca. Saya mencoba membayangkan bagaimana kami akan sembuh," tulisnya.

Namun, Meghan menyadari sesuatu jika tidak hanya ia dan Pangeran Harry yang mengalami kejadian itu. Ada banyak ibu dan wanita yang juga mengalami keguguran dan membutuhkan dukungan untuk bisa sembuh.

"Dalam kepedihan karena kehilangan kami, saya dan suami menemukan bahwa di kamar yang terdiri dari 100 wanita, 10 hingga 20 di antaranya akan mengalami keguguran. Namun terlepas dari kesamaan rasa sakit ini yang mengejutkan, percakapan tetap tabu, penuh dengan rasa malu (tidak beralasan), dan melanggengkan siklus berkabung sendirian," tulisnya.

Untuk itu, Meghan meminta agar publik bisa terus menjaga satu sama lain dan menanyakan kabar mereka jika terlihat tidak baik-baik saja.

"Kami sedang menyesuaikan diri dengan kondisi normal baru di mana wajah disembunyikan oleh masker, tetapi itu memaksa kami untuk saling menatap mata - terkadang dipenuhi dengan kehangatan, terkadang dengan air mata. Untuk pertama kalinya, dalam waktu yang lama, sebagai manusia, kita benar-benar bertemu satu sama lain. Apakah kita baik-baik saja?" tulisnya.