Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Takut Putranya Berkulit Gelap

Adinda Permatasari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wawancara eksklusif Oprah Winfrey dengan Meghan Markle dan Pangeran Harry menjadi perbincangan hangat. Banyak fakta yang diungkap oleh Meghan yang membuat publik terkejut.

Dalam acara bertajuk "Oprah with Meghan and Harry: A CBS Primetime Special", Meghan dan Harry menceritakan secara terbuka selama tinggal di bawah pengawasan Kerajaan Inggris.

Meghan kemudian mengungkap pernyataan mengenai keluarga kerajaan yang sangat mengkhawatirkan warna kulit putranya saat masih di kandungan.

"Di bulan-bulan itu saat aku hamil...kami melakukan perbincangan berdua mengenai dia tidak akan mendapat keamanan, dia tidak akan diberikan titel," kata Meghan dikutip laman Aceshowbiz.

Meghan juga mengungkap bahwa ada kekhawatiran dan pembicaraan mengenai seberapa gelap kulit putranya nanti ketika dilahirkan. Hal itu membuat Oprah terkejut.

Meghan juga mengatakan kalau dia dan suaminya tidak diminta untuk berfoto dengan Archie setelah dia lahir alih-alih menghindari kesempatan foto kerajaan seperti yang banyak dilaporkan media.

Tekanan dan perhatian publik nampaknya berdampak besar pada Meghan. Bahkan mendorongnya ingin bunuh diri. Dia mengklaim sudah menjadi korban 'pembunuhan karakter'.

"Dengar, aku sangat malu untuk mengatakannya saat itu dan malu untuk mengakui kepada Harry khususnya, tapi aku tahu kalau tidak mengatakan aku akan melakukannya. Aku hanya tidak ingin hidup lagi," ujarnya.

Pikiran itu terus menghantui Meghan dan mengatakan kalau kerajaan tidak memberikan pertolongan yang dia butuhkan saat itu.

"Aku pergi ke institusi dan aku mengatakan aku butuh ke suatu tempat untuk mendapatkan bantuan. Aku mengatakan aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, dan harus ke suatu tempat. Aku diberi tahu bahwa aku tidak bisa melakukannya, bahwa itu akan berdampak buruk pada institusi," lanjutnya.