Mekanik Toyota Jepang Kaget saat Datang ke Gunung Bromo

·Bacaan 1 menit

VIVAToyota memiliki banyak mobil yang masuk dalam kategori ikonik dan legendaris, salah satunya yakni FJ40 atau lebih dikenal dengan nama Toyota Land Cruiser.

Kendaraan jenis sport utility vehicle atau SUV itu pertama kali diperkenalkan secara global pada 1960, dan dipasarkan di banyak negara. Meski berasal dari perusahaan asal Jepang, namun mobil ini memiliki ketangguhan layaknya produk buatan Amerika Serikat.

Walau tidak lagi diproduksi, namun sampai saat ini masih cukup banyak seri FJ40 yang digunakan oleh pemiliknya. Hal itu yang membuat pihak Toyota, memutuskan untuk menghadirkan kembali suku cadang model tersebut.

Onderdil yang akan disediakan adalah untuk model Land Cruiser kode 40, yang diproduksi pada 1960 hingga 1984. Hal ini dilakukan, sebagai bagian dari perayaan 70 tahun model tersebut di dunia.

Pihak yang ditunjuk untuk menyediakan komponen itu, adalah divisi Gazoo Racing yang belum lama ini diperkenalkan secara resmi di Indonesia. Pembuatan suku cadang tersebut menjadi program mereka yang dikemas dalam Heritage Parts Project.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi mengatakan bahwa ia memiliki cerita unik saat tim Gazoo Racing dari Jepang berkunjung ke Indonesia.

“Akhir 2019 lalu, tim Gazoo Racing sempat ke Indonesia. Saya join waktu di Jawa Timur. Saat ke Gunung Bromo, mereka lihat banyak FJ40, BJ40 di sana,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Rabu 25 Agustus 2021.

Rombongan itu kemudian melihat, bahwa banyak dari Land Cruiser yang ada di Bromo menggunakan komponen yang sudah tidak laik pakai. Dalam tim tersebut, ada Chief Technology Officer Toyota Motor Corporation, Masahiko Maeda.

“Saya tidak pernah konfirmasi ke beliau, tapi saya yakin kunjungan ke Bromo itu memberi dia inspirasi (untuk menghadirkan GR Heritage Parts Project),” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel