Melacak Jejak BLBI, Dibuat Gelap dan Tertutup? Ini Akibatnya

Syahdan Nurdin, GoenardjoadiGoenawan
·Bacaan 3 menit

VIVA - Pada pembahasan sebelumnya mulai dikuak jejak bank penerima BLBI. Bagaimana caranya selama 20 tahun negara dikecohkan?

Pertama, kita selama ini tertutup atau dibuat gelap. Coba perhatikan, kenapa selama ini Anda mendapatkan kredit KPR di Bank, merasa minder? Seolah-olah diminta agunan dan ditanya asetnya berapa?

Waduh, para Jenderal purnawirawan mau mengajukan kredit ditanya, aset bapak berapa? Jadi nasabah bank harus kaya. Sampai ada Marsekal mantan KSAU ya kredit motor matic.

Sementara arisan Ferari, Lamborghini, Porsche Chayene, Macan, jenis-jenis mobil yang di atas Rp2 miliar antre. Anda selama ini dibuat tertutup atau dibuat gelap.

Jadi, ketika Wings dari konglomerat detergen jual sabun, kemudian jadi konglomerat minimarket Family, gerai fast food Yoshinoya, Mie sedap jor-jor-an lawan Indomie sampai makan korban Mie president, Mie ABC, Mie Gaga, Mie telor sampai Bihun meninggal semuanya pun selama ini dibuat tertutup atau dibuat gelap. Dulunya mobil owner dibatasi Honda accord sekarang bablas Ferrari, kok bisa?

Loh memang dari dulunya pun mereka kaya. Tidak. Gak lah. Tidak perlu S3, professor karena di antara keluarga mereka ada oom, paman yang tertinggal, ada kejomplangan antara generasi kedua dan ketiga. Generasi ketiga sudah mirip Raja Arab.

Itulah sulitnya melacak jejak BLBI karena urusan ini dibuat tertutup, dibuat gelap.

Namun, sekarang dampak buruk akibat dari jejak BLBI itu apa, korbannya siapa?

Anda perhatikan apa jadinya bila uang Rp108 trilun missing di tahun 1998. Yang hilang itu bukan Samadikun dan Pak Samsul Nursalim, bukan.

Yang hilang itu adalah Kemerdekaan, Kebebasan. Kok bisa?

Uang Rp108 trilun tersebut adalah sekitar rata rata @Rp10 triliun tiap pengusaha yang bermain. Apa akibatnya?

Anda lihat proyek-proyek Meikarta, Holland Village, Millennium Village di Karawaci sekarang mangkrak. Ya, korbannya iklan koran Kompas gak dibayarkan. Oh, tentu tidak. Ada 20.000 agen penjualan yang tidak terbayarkan. Belum lagi hilangnya harapan calon penghuni. Keinginan hidup di kota di atas hutan beton ala Singapura pun lenyap.

Ya Pak, Biarkan saja, namanya konsumen.

Oh, tidak

Gara-gara anggaran Meikarta anjlok itu efeknya tanah di depan jalan Gubeng persis depan kantor Gubernur Jawa Timur anjlok. Apa hubungannya?

Gara gara Meikarta anjlok itu proyek-proyek RS Siloam dikejar sampai sekarang, Mall Pejaten pun disulap Jadi RS Siloam.

Loh Pak, Biarkan saja.

Akibatnya RS Siloam digeber ada korban 2 jiwa meninggal dunia di Karawaci gara-gara tertukar obat anesthesia.

Loh lalu Pak

Akibatnya duit belecetan di RS Siloam makan korban 2 jiwa, harga saham Kalbe pernah turun 20%. Seperti sebuah bensin, cairan uang panas ini membara.

Mei Meikarta Bagaimana Pak?

Akibatnya ekspansi gaya koboy dibiarkan akibatnya properti developer pun semakin berani. Proyek-proyek kota Maja 2.700 hektar. Ya macet.

Ada berita Hanson international dipailitkan oleh pengadilan. Kejaksaan menyita ribuan hektar tanah milik Benny Tjokro.

Kenapa bisa begitu?

Dalam buku Spremasi Kapital dibahas soal kekuatan kekuasaan dan penguasa
Dalam buku Spremasi Kapital dibahas soal kekuatan kekuasaan dan penguasa

Dalam buku Spremasi Kapital dibahas soal uang, kekuasaan, dan penguasa

Uang BLBI Rp 108 triliun tersebut adalah sekitar rata rata @Rp 10 trilyun tiap pengusaha yang bermain. Apa akibatnya? Seperti sebuah bensin, cairan uang panas ini membara.

Lihat pengembang properti tahun 2020 seperti Sinarmasland, Lippo, Agung podomoro, Agung sedayu anjlok gara-gara permainan uang panas. Terlihat murah tapi membara. Menyeret keluar dana dana murah lainnya, Asuransi Jiwas raya, asuransi bumiputra Hanabank.

Akibat dari semua dibuat tertutup dan dibuat gelap ya terjadi kanibal. Tekanan terlalu tinggi pada satu dua pemain menyodok tetangganya. Terjadi efek bully bola bola bilyar saling menyodok.

Anda tahunya dana Bank Bukopin hilang tertelan bumi. Tiba tiba RS Mayapada di pasar minggu terbakar. Kenapa!

Belum lagi urusan harga gula

Komjen Budi Waseso, Menteri BUMN Dahlan iskan, Menteri Enggartiasto Lukito, sampai Menteri perdagangan diganti berkali kali sampai Menteri Muhammad Luthfi harganya gula, bawang putih, bawang Bombay, beras, cabai, tidak bisa beres sampai sekarang. Direktur PTPN nusantara holding pun masih di penjara.

Efek bola bola liar uang bergentayangan. Bukankah ada PPATK? Itu terlambat, kejadian tahun 1998, sedang PPATK terlambat masuk. (Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, Penulis Buku Supremasi Kapital)