Melahirkan di Tengah Pandemi COVID-19, Seorang Ibu yang Sekaligus Pebisnis Ini Rasakan Ketidakadilan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Lauren Nutt Bello dipromosikan menjadi presiden biro iklan tempatnya bekerja saat hamil 5 bulan. Setelah 3 bulan menjalani peran tersebut, pandemi COVID-19 melanda dan di saat yang sama, komplikasi kehamilan memaksa Lauren untuk menghabiskan sebagian besar bulan Maret berada di rumah sakit, di mana ia akhirnya melahirkan bayinya, 6 minggu lebih awal.

Ini adalah bayi kedua Lauren dan siapapun yang pernah memiliki anak pasti tahu betapa sulitnya minggu-minggu pertama setelah melahirkan. Keadaan kian sulit karena kali ini ia melahirkan di tengah masa pandemi COVID-19.

Lauren dan keluarga terisolasi, tidak ada sistem pendukung untuk membantu bayi, tidak ada teman atau keluarga yang datang untuk membuat makanan atau membantunya mandi atau tidur sebentar di masa pandemi COVID-19 ini.

Akhirnya, sang suami menghabiskan sebagian besar waktu di rumah sakit bersama Lauren, bekerja, dan menemani dari samping tempat tidurnya, ia sangat terlibat dan mendukung.

Suaminya harus kembali bekerja dan Lauren merasa didiskriminasi sebagai perempuan

Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Lisa
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Lisa

Namun, sang suami harus kembali bekerja 4 hari setelah mereka membawa bayinya pulang dari rumah sakit. Lauren sangat mengerti hal tersebut, karena ia akan melakukan hal yang sama untuk perusahaannya, untuk kliennya, dan untuk keluarganya.

Perbedaan yang sangat ia rasakan adalah karena ia adalah seorang perempuan. Ia merasa sebagai seorang perempuan, ia tidak memiliki pilihan, karena keluarga harus diutamakan.

Lauren merasa bersalah karena ia tidak bisa melakukan apa yang seharusnya ia lakukan untuk perusahaannya, bahkan di situasi yang sangat menantang seperti saat ini. Sebagai pemimpin bisnis, Lauren selalu bersemangat mengadvokasi kebijakan untuk memastikan perusahaannya memberdayakan perempuan.

Lauren berusaha beradaptasi di tengah situasi yang baru

Ilustrasi/copyrightshutterstock/PK Studio
Ilustrasi/copyrightshutterstock/PK Studio

Namun, pengalaman ini membuat Lauren menyadari bahwa kebijakan yang berfokus pada perempuan saja tidak cukup. Ini adalah masalah budaya, selama pandemi COVID-19, banyak perempuan memutuskan tidak bekerja lagi untuk merawat anak-anak mereka di rumah.

Masyarakat mengajari bahwa perempuan lebih diperlukan untuk perawatan atau bahwa kaum perempuan lebih baik dalam hal tersebut. Banyak perusahaan memiliki kebijakan cuti hamil, namun tidak melibatkan ayah, semua kebijakan tersebut terus melanggengkan gagasan bahwa pengasuhan adalah peran perempuan.

Bayi Lauren berusia 1 tahun di akhir bulan Maret mendatang. Saat ini, secara profesional, Lauren telah kembali bekerja jarak jauh dan selama itu, ia masih berusaha beradaptasi dengan hal-hal baru yang dihadapinya. Ada yang mengalami hal yang sama, Sahabat FIMELA?

#Elevate Women