Melalui Agen Logistik, Jurus Mitra Bukalapak Koneksikan Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia adalah sebuah negara yang unik. Sebuah kepulauan besar yang terdiri dari lebih 17.500 pulau, terbentang hingga 5.000 km dari barat ke timur dan hampir 1.800 km dari utara ke selatan.

Melakukan pengiriman barang di Indonesia merupakan sesuatu yang menantang. Akan tetapi, terdapat nilai moneter yang besar di baliknya, sebesar $80 miliar (Rp1,136 triliun) di 2020 dan diperkirakan akan tumbuh hingga $140 miliar (Rp 1,989 triliun) pada tahun 2026 (Mondor Intelligence, 2021).

Pandemi Covid-19 telah sangat membantu perkembangan industri e-commerce Indonesia. Ditambah dengan meningkatnya harga komoditas, negara ini tengah mengalami perkembangan yang sangat positif dalam hal pemulihan ekonomi, pengeluaran dan pertumbuhan.

Peran teknologi kian besar dalam membantu seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pihak yang mengirimkan barang, jasa pengiriman, pemilik gudang, hingga pedagang agar dapat lebih efisien guna menjawab perubahan kebutuhan pasar.

Namun, karena Indonesia adalah negara kepulauan, sistem multi moda menggunakan transportasi darat dan laut serta penggunaan gudang sangat dibutuhkan untuk melayani kebutuhan seluruh provinsi dan kawasan di Indonesia.

Penetrasi internet yang meningkat, pertumbuhan digitalisasi, populasi generasi muda, serta ribuan situs baru telah menggenjot pertumbuhan e-commerce.

Presiden PT Bukalapak.com Tbk, Teddy Oetomo menuturkan, Bukalapak mengalami hal ini secara langsung. Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi internet terbesar dan tercepat di Asia Tenggara.

Diperkirakan memiliki kontribusi sebesar 50 PERSEN dari seluruh transaksi e-commerce di ASEAN pada tahun 2025 (Google, Temasek, Bain, 2019).

Pemerintah saat ini secara besar-besaran telah meningkatkan kualitas dari jalan tol. Perjalanan dari Jakarta (ujung barat laut pulau Jawa) ke Surabaya (ujung timur pulau Jawa) dengan jarak sekitar 800 km, bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih dari 10 jam melalui Jalan Tol Trans Jawa.

“Meskipun begitu, ada satu tantangan yang belum terselesaikan, yaitu menemukan titik drop-off atau pengambilan barang atau kantor cabang jasa logistik. Menyediakan titik pengambilan barang offline dalam jumlah besar telah menjadi salah satu tantangan utama bagi para perusahaan logistik Indonesia,” tulis dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (31/10/2021).

Ia mengatakan, Indonesia yang terdiri dari 270 juta jiwa, hanya memiliki 4.800 kantor pos. Hal yang membuat tantangan ini semakin besar adalah meskipun terdapat lebih dari 100 bank komersial, namun hanya terdapat kurang dari 30.000 kantor cabang bank dan kurang lebih 100.000 ATM.

“Karenanya, menghubungkan seluruh wilayah, perkotaan dan pedesaan tersebut, yang berkontribusi terhadap lebih dari ⅔ GDP Indonesia, menjadi sangat sulit. Tapi, solusi dari permasalahan ini bisa saja telah ada dari dulu, yaitu warung,” ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jalin Kemitraan Bisnis

Ilustrasi Bukalapak (Dok: Bukalapak)
Ilustrasi Bukalapak (Dok: Bukalapak)

Indonesia memiliki 64 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Bukalapak terhubung dengan 8 juta pemilik warung, 90 persen dari mereka hanya memiliki 1 aplikasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka, yaitu aplikasi Mitra Bukalapak.

"Kami ingin menjalin kemitraan bisnis secara vertikal lainnya dan melihat 64 juta pelaku UMKM sebagai pelanggan dan rekan bisnis kami di masa depan. Selain membantu warung-warung menyediakan stok barang FMCG dan layanan lainnya seperti pembayaran tagihan, pengiriman uang, dan menjual voucher gaming, Mitra Bukalapak baru-baru ini menambahkan jasa layanan lainnya, yaitu Agen Logistik,” kata dia.

Teddy menuturkan, pihaknya membantu rekanan logistik terhubung ke jutaan titik penjemputan barang tanpa harus berinvestasi dalam jumlah besar.

"Hal ini juga membantu para Mitra kami mendapatkan penghasilan tambahan dan mendorong pertumbuhan bisnis mereka dengan menjadi penghubung penting di dalam rantai logistik,” ujar dia.

Para warung ini berperan sebagai titik penjemputan barang bagi para pelanggan di daerah pedesaan yang ingin mengirimkan barang sekaligus sebagai titik pengiriman barang bagi para perusahaan logistik yang ingin melakukan pengiriman barang ke area tersebut.

"Solusi ini telah diterima dengan baik. Jumlah paket yang dikirimkan telah tumbuh 50 persen QoQ di 1Q21, 60 persen QoQ di 2Q dan sebesar 75 persen QoQ di 3Q. Di kuartal ketiga 2021, jumlah paket yang dikirimkan 6 kali lipat lebih banyak dari kuartal yang sama tahun lalu. Bukalapak sekarang punya daftar rekanan yang beragam, termasuk GrabExpress, SiCepat, JNE, Lion Parcel, Ninja Express, J&T, dan JTR,” ujar dia.

Bantu Kembangkan Bisnis

Salah satu Mitra Bukalapak dari Buka Mitra Indonesia. (Foto: Ist)
Salah satu Mitra Bukalapak dari Buka Mitra Indonesia. (Foto: Ist)

Teddy menambahkan, hal inilah yang suka lakukan di Bukalapak yaitu mencari solusi, menciptakan kesempatan, dan membantu terciptanya perubahan positif.

"Kami membantu kios tradisional sederhana menjadi modern dan dapat berkompetisi dengan pemain lainnya yang lebih besar dan berskala nasional. Memberdayakan para pemilik warung untuk mengembangkan bisnis mereka dan mendapatkan penghasilan lebih adalah sesuatu yang sangat baik - terutama ketika hal ini terjadi secara merata di seluruh lapisan masyarakat," ujar dia.

Ia menambahkan, namun, tidak hanya pemilik warung kecil yang bisa dibantu. Bukalapak juga bisa menghadirkan solusi untuk perusahaan-perusahaan berskala besar dan sedang yang ingin mendistribusikan barang-barangnya ke seluruh negeri yang amat luas ini.

“Kami menyukai tantangan ini dan terus mencari cara untuk berevolusi serta mendapatkan cara-cara baru untuk menciptakan dampak bagi seluruh pengguna kami dan negeri yang unik ini," tutur dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel