Melania Trump dan Menantu Dikabarkan Bujuk Donald Trump Terima Kekalahan Pemilu AS 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Washington D.C- Istri Donald Trump, yakni Melania Trump dan menantu mereka, Jared Kushner dilaporkan membujuk Presiden Amerika Serikat saat ini untuk menerima hasil Pemilu 2020 dan menerima kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

Sebuah sumber yang mengetahui percakapan itu, mengatakan kepada CNN bahwa ibu negara Melania Trump termasuk dari orang-orang terdekat Donald Trump yang menasehatinya bahwa kini saatnya untuk menerima kekalahan pemilu.

Dua sumber lainnya juga mengatakan kepada CNN bahwa menantu sang presiden dan penasihat senior, Jared Kushner telah membujuknya untuk menyerah.

Tetapi dalam sebuah postingan di Twitter, juru bicara kampanye Donald Trump, Jason Miller membantah bahwa Kushner telah membujuk Donald Trump menerima kekalahan pemilu.

"Cerita ini tidak benar," terang Miller. "Jared telah menyarankan @realDonaldTrump untuk mengejar semua upaya hukum yang tersedia untuk memastikan keakuratannya," jelasnya.

Sementara itu, dua putra Donald Trump, yaitu Donald Jr. dan Eric Trump telah mendesak sekutu dekat untuk terus mendesak dan mereka telah mendorong Partai Republik dan pendukungnya untuk secara terbuka menolak hasil tersebut, bahkan ketika sebagian besar media dan organisasi berita lainnya memproyeksikan kemenangan Biden.

Donald Trump, yang tampak berada di lapangan golfnya di Sterling, Virginia, pada 7 November 2020 tidak membantah hasil pemilu secara pribadi bahkan ketika ia melakukannya di depan umum, menurut sebuah sumber yang mengatakan kepada CNN.

Ia diketahui terus mendorong pengacaranya untuk mengajukan gugatan hukum yang akan menunda sertifikasi formal hasil perolehan suara, Donald Trump pun tidak membuat indikasi publik bahwa dirinya siap menerima hasil pemilu, demikian seperti dikutip dari CNN, Senin (9/11/2020).

Donald Trump Belum Putuskan untuk Terima Hasil Pemilu 2020

Presiden Donald Trump berbicara tentang hasil pemilihan presiden AS 2020 di Gedung Putih, Kamis (5/11/2020). Hingga saat ini proses penghitungan suara pemilihan presiden Amerika masih berlangsung, namun perolehan suara Donald Trump maupun Joe Biden masih bersaing ketat. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden Donald Trump berbicara tentang hasil pemilihan presiden AS 2020 di Gedung Putih, Kamis (5/11/2020). Hingga saat ini proses penghitungan suara pemilihan presiden Amerika masih berlangsung, namun perolehan suara Donald Trump maupun Joe Biden masih bersaing ketat. (AP Photo/Evan Vucci)

Selain itu, Donald Trump juga menyebut Joe Biden "berpura-pura mengklaim sebagai pemenang," bahkan beberapa saat setelah jaringan media memproyeksikan bahwa Biden akan menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat.

"Saya tidak akan berhenti sampai Rakyat Amerika mendapatkan penghitungan suara jujur ​​yang layak mereka terima dan tuntutan Demokrasi," ujar Trump dalam pernyataannya, menjelaskan bahwa pertarungan hukum pemilu AS akan dimulai pada Senin 9 November.

Sementara itu, wakil manajer kampanye Biden-Harris Kate Bedingfield mengatakan pada 7 November bahwa tidak adanya komunikasi antara Biden dan Trump, atau antara perwakilan dari salah satu kampanye.

Pada 7 November 2020, Biden memenangkan kursi kepresidenan setelah Negara Bagian Pennsylvania yang menjadi medan persaingan memberi kandidat Demokrat 270 suara elektoral yang diperlukan.

Adapun kabar lainnya yakni ketika Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows, yang baru-baru ini dites positif COVID-19, membahas langkah selanjutnya dengan tim hukum pada hari yang sama saat terpilihnya Biden.

Kemudian pada 8 November 2020, beberapa anggota partai Trump menyarankan agar sang presiden tidak membantah hasil pemilu AS.

Saksikan Video Berikut Ini: