Melbourne Akan Longgarkan Masa Lockdown 2 Minggu Per 11 Juni 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Melbourne - Masa lockdown selama dua minggu di Melbourne akan dilonggarkan, karena pihak berwenang di kota terpadat kedua di Australia itu berhasil mengendalikan klaster COVID-19.

Dikutip dari laman straitstimes, Rabu (9/6/2021), perintah tinggal di rumah selama dua pekan itu akan dicabut mulai Jumat, 11 Juni 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh pejabat Perdana Menteri negara bagian Victoria, Australia James Merlino kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Toko ritel dan sekolah di Melbourne akan dibuka kembali dan pertemuan di luar ruangan akan diizinkan dengan maksimal 10 orang.

"Ini adalah hari yang baik," kata Merlino, seraya menambahkan bahwa negara bagian itu berada di jalur yang tepat untuk mengumumkan pelonggaran pembatasan lebih lanjut minggu depan.

"Semua orang harus benar-benar bangga dengan apa yang telah kita capai bersama."

Pengumuman itu akan disambut oleh 5 juta orang di kota itu, yang telah dipaksa mengikuti lockdown empat kali sejak pandemi COVID-19 dimulai untuk periode total lebih dari 140 hari.

Pandemi COVID-19 telah mengacaukan industri pariwisata dan ritel, karena negara bagian dan teritori lain telah melarang perjalanan ke dan dari Victoria, Australia.

Melbourne telah menjadi simbol pendekatan tanpa toleransi Australia terhadap kasus-kasus COVID-19 di masyarakat, yang berisiko membuat negara itu semakin terisolasi di tengah peluncuran vaksin yang lambat ketika bagian lain dunia terbuka.

Warga Diizinkan Keluar Rumah Maksimal 25 Km

Seorang pria berjalan di taman kota ketika penguncian coronavirus di Melbourne, Australia (3/6/2021). Pihak berwenang mengumumkan Lockdown di Melbourne diperpanjang tujuh hari lagi ketika negara itu berusaha untuk membasmi sekelompok kasus Covid-19 di Melbourne. (AFP Photo/William West)
Seorang pria berjalan di taman kota ketika penguncian coronavirus di Melbourne, Australia (3/6/2021). Pihak berwenang mengumumkan Lockdown di Melbourne diperpanjang tujuh hari lagi ketika negara itu berusaha untuk membasmi sekelompok kasus Covid-19 di Melbourne. (AFP Photo/William West)

Sejak Perdana Menteri Scott Morrison memerintahkan penutupan perbatasan internasional pada Maret tahun lalu, Australia telah berusaha untuk menghilangkan klaster melalui rezim lockdown lokal, pengujian yang kuat, dan langkah-langkah pelacakan kontak.

Strategi itu mendapat tekanan karena kebocoran virus ke komunitas dari hotel yang digunakan untuk mengkarantina warga Australia yang kembali dari luar negeri.

Oposisi utama Partai Buruh, yang menuduh pemerintah Morrison merusak sistem karantina negara dengan menolak pembiayaan fasilitas yang dibangun khusus serta gagal menandatangani kontrak yang cukup untuk mengamankan dosis vaksin yang memadai, mengatakan setidaknya ada 17 pelanggaran virus dari hotel dalam enam bulan terakhir.

Pembatasan lain yang akan dilonggarkan mulai Jumat mendatang termasuk masyarakat diizinkan melakukan perjalanan hingga 25 kilometer dari rumah mereka, naik dari batas 10 km.

Meskipun masker masih perlu dipakai di dalam ruangan, masker umumnya tidak wajib digunakan di luar ruangan.

"Studio tari, gym, taman hiburan, klub malam, dan bisnis serupa akan tetap ditutup untuk saat ini," kata Merlino.

Victoria mencatat satu kasus baru COVID-19 dalam 24 jam sebelumnya, dan memiliki total 68 kasus terkait dengan klaster saat ini.

"Kami tahu ini belum berakhir, dan sampai kami memiliki vaksinasi yang tersebar luas di Victoria dan di seluruh negara kami, virus itu akan tetap bersama kami," kata Merlino.

"Kita tidak bisa membiarkan rasa puas diri masuk."