Melbourne Longgarkan Pembatasan COVID, Sekolah-Restoran Dibuka

·Bacaan 3 menit

Setelah 2 minggu melakukan lockdown, Warga Melbourne bisa melakukan aktivitas lebih banyak dibandingkan kegiatan sebelumnya mulai Jumat besok (11/6).

Warga Melbourne boleh melakukan pergerakan sejauh 25 km dari rumah mulai hari Jumat. (AAP: Luis Ascui).

Dalam 24 jam terakhir Melbourne hanya ada satu kasus positif COVID-19, sehingga pemerintah negara bagian Victoria melonggarkan pembatasan.Warga di ibu kota negara bagian Victoria ini juga boleh melakukan perjalanan sejauh 25 kilometer dari rumah mereka.

Di pekan pertama lockdown, warga hanya boleh bepergian sejauh 5 kilometer, kemudian dilonggarkan menjadi 10 kilometer di pekan kedua.

Menurut Menteri Kesehatan Victoria, Martin Foley, satu kasus penularan lokal memiliki kaitan langsung dengan perusahaan keuangan Stratton Finance di Port Melbourne.

Orang yang bersangkutan sudah menjalani karantina di saat ia kemungkinan bisa menulari yang lain.

Kasus ini diketahui setelah adanya 28.845 orang yang menjalani tes COVID, Selasa kemarin.

Sementara untuk program vaksinasi, sebanyak 19.533 warga sudah mendapatkan vaksinasi di seluruh Victoria selama 24 jam.

Selain kelonggaran melakukan kegiatan di luar rumah, warga juga tidak harus mengenakan masker di luar ruangan.

Tapi saat berada di ruang tertutup, masker masih tetap harus dikenakan.

Pejabat sementara Menteri Utama Victoria, James Merlino mengatakan Pemerintah berencana membuat lebih banyak lagi pelonggaran mulai hari Kamis (17/6) malam, sehingga tidak ada lagi perbedaan aturan antara kawasan Metropolitan Melbourne dengan wilayah lainnya di Victoria.

Wilayah Regional Victoria sejak seminggu lalu sudah mendapatkan pelonggaran karena tidak adanya kasus di sana.

"Ini adalah hari baik, semua kita harus merasa bangga dengan apa yang kita capai bersama," katanya.

"Tetapi kita tahu inilah belumlah berakhir sampai adanya vaksinasi menyeluruh di Victoria dan juga di seluruh negara Australia, virus ini masih ada bersama kita."

Mulai hari Jumat, seluruh murid sekolah juga diperbolehkan kembali belajar di kelas.

Kegiatan seperti menghadiri kegiatan keagamaan diperbolehkan lagi dalam ruangan yang dihadiri 50 orang, pernikahan boleh dihadiri 10 orang, serta 50 orang yang bisa hadir di pemakaman.

Restoran dan kafe juga boleh dibuka dengan tamu maksimal di dalam ruangan 50 orang.

Selain pengumuman pelonggaran pergerakan warga, Pemerintah Victoria juga mengumumkan bantuan bisnis sebesar Rp83 miliar untuk membantu sektor yang masih belum beroperasi, termasuk gym, studio tari dan taman hiburan.

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Kesehatan Victoria Professor, Brett Sutton, mengatakan masih penting untuk bisa kembali ke nol penularan COVID, seperti yang pernah dicapai sebelumnya.

"Ini bermula dari satu kasus di Wollert yang sekarang sudah menyebar hampir mencapai 100 kasus hanya dalam waktu beberapa minggu," kata Sutton.

"Jadi kita betul-betul harus mengupayakan agar kasus menjadi nol. Sudah ada strategi nasional. Itulah yang memungkinan kita memiliki koridor perjalanan lagi, itu yang membuat perjalanan di dalam negeri bisa terjadi lagi."

Pelonggaran adalah hal tepat kata pakar

Sebelum pengumuman pelonggaran tersebut, epidemiolog dari La Trobe University, Hassan Vally mengatakan jika tidak ada lonjakan kasus harian, maka pelonggaran merupakan hal yang tepat untuk dilakukan.

"Kecuali ada hal yang belum diketahui, saya kira pihak berwenang pasti merasa sangat percaya diri mengenai pelonggaran kegiatan," katanya.

Ini adalah lockdown keempat di Melbourne, dan untuk keempat kalinya rencana pelonggaran harus dibuat dengan seksama.

"Aturan standarnya adalah melakukan pelonggaran dengan cara yang sangat berhati-hati," kata Dr Vally.

Setelah adanya lockdown selama lima hari bulan Februari lalu, sekolah dibuka kembali, kantor boleh menerima 50 persen staf dan jumlah orang berkumpul dinaikkan.

Diperlukan waktu sekitar satu bulan sebelum semuanya kembali dalam keadaan normal.

Direktur Eksekutif Dewan Industri Pariwisata Victoria, Felicia Mariani mengatakan koridor perjalanan sejauh 25 kilometer yang ditetapkan untuk warga Melbourne merupakan pukulan berat lagi bagi banyak pelaku bisnis di kawasan regional.

"Untuk perjalanan regional, 80 persen kunjungan ke daerah regional datang dari mereka yang tinggal di kawasan Metropolitan Melbourne," katanya kepada ABC.

"Dari sisi wisata, ketika menutup akses dari Melbourne, artinya kita menutup ekonomi wisata bagi seluruh negara bagian."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel