Melbourne Rayakan Dua Hari Nol Kasus COVID-19, Siap Dibuka Lagi

Renne R.A Kawilarang, ABC Indonesia
·Bacaan 3 menit

Untuk dua hari berturut-turut tidak ada kasus baru COVID-19 di negara bagian Victoria, Australia. Hal ini pun dirayakan sebagai peristiwa "dobel donut" di saat Melbourne mempersiapkan diri membuka diri lagi mulai hari Rabu.

Dua hari nol kasus:
- Rerata kasus COVID-19 di Melbourne dalam 14 hari adalah 2,8
- Hari Rabu warga boleh saling mengunjungi namun hanya sehari sekali
- Pemakaian masker tetap wajib sampai sekurangnya akhir tahun 2020

Angka nol sering digambarkan dengan lubang di tengah kue donat dan dua hari berturut-turut tanpa kasus berarti terjadi pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir.

Menteri Utama (Premier) Victoria Daniel Andrews mengatakan sebelumnya angka nol kasus dua hari berturut-turut di Victoria adalah tanggal 5 dan 6 Maret lalu.

Dengan itu angka rerata kasus di Melbourne selama 14 hari terakhir turun dari 3,6 menjadi 2,8 dengan hanya enam kasus dalam dua minggu terakhir yang tidak diketahui sumber penularannya.

Juga tidak ada laporan kematian sepanjang 24 jam terakhir.

"Pengetesan yang kita lakukan selama pekan lalu dan selama 14 hari terakhir sangat mengesankan," kata Premier Daniel Andrews.

"Saya mengucapakan terima kasih terhadap semua orang yang melakukan tes."

Kepala Bidang Kesehatan Victoria Brett Sutton mengatakan angka paling akhir ini merupakan bukti keberhasilan lockdown yang dilakukan di Melbourne selama 12 minggu terakhir.

"Kalau kita melandaikan kurva ke angka belasan kasus, dan tidak sampai ke angka hari ini, maka tidak akan pembukaan kembali dengan Australia Selatan, tidak ada pembukaan kembali dengan NSW, masyarakat perbatasan tidak akan bisa berhubungan dengan tetangga di lintas perbatasan," katanya.

"Saya kira penanganan kita merupakan yang terbaik di Australia saat ini."

Dengan penurunan kasus, mulai hari Rabu, banyak bisnis seperti toko, cafe dan restoran boleh dibuka kembali.

A picture of Melbourne cafe owner Katie Graham
A picture of Melbourne cafe owner Katie Graham


Pemilik kafe di Chapel Street Melbourne Katie Graham mengatakan siap membuka kedainya secepat mungkin. (ABC News)

Salah seorang pemilik cafe Katie Graham sekarang mempersiapkan diri untuk membuka cafenya di kawasan Chapel Stree, dan mengatakan pendapatannnya menurun 70 persen selama lockdown.

"Kami tidak akan bisa bertahan tanpa bantuan pemerintah lewat JopKeeper dan bantuan dari pemilik properti," katanya.

"Ini merupakan masa-masa yang menyulitkan karena kita tidak tahu kapan waktu untuk dibuka lagi, dan kita tidak mau cepat-cepat buka dan menghabiskan uang karena mungkin penutupan akan berjalan lama."

Penularan di rumah lebih mungkin terjadi

Selain pembukaan bisnis, pemerintah negara bagian Victoria hari Selasa (27/10/2020) juga mengeluarkan aturan mengenai warga boleh menerima tamu atau sanak famili ke depannya.

Premier Daniel Andrews mengatakan bahwa mulai hari Rabu, setiap keluarga boleh menerima kunjungan dua orang dewasa dan anak-anaknya sekali saja dalam sehari.

Kunjungan itu bisa dilakukan kalau mereka tinggal dalam jarak 25 km, dan kunjungan sehari sekali itu juga berlaku bagi yang menerima atau yang pergi mengunjungi.

Daniel Andrews mengatakan dalam kunjungan warga tetap disarankan untuk mengenakan masker di dalam rumah, namun mengatakan polisi tidak akan memeriksa setiap rumah untuk memastikan aturan tersebut dipatuhi.

Top down shot of four toasting alcoholic drinks above a dinner table to illustrate dinner party.
Top down shot of four toasting alcoholic drinks above a dinner table to illustrate dinner party.


Setiap rumah hanya boleh menerima satu kunjungan di Melbourne mulai hari Rabu. (Pexels: Rawpixel)

Keluarga yang menerima tamu juga diminta untuk mencatat informasi siapa yang datang dan kapan, sehingga bisla muncul kasus maka bisa dilakukan pelacakan.

"Kita ingin memastikan warga bisa berhubungan lagi, namun kita tidak menghendaki tamu datang di pagi hari, datang lagi pas makan siang, dan ada tamu lagi di malam hari, dan kemudian mereka ini pergi lagi ke tempat lain," kata Andrews.

"Saya tahu ini yang ingin dilakukan warga namun ini bukan hal yang aman dilakukan saat ini."

Daniel Andrews juga menyarankan agar kalau bisa pertemuan sebaiknya terjadi di luar ruangan.

"Tempat yang menurut anda paling aman, yaitu rumah anda, sebenarnya merupakan tempat yang paling berbahaya bagi penularan virus," katanya.

Mengenai pemakaian masker bagi warga Victoria, Daniel Andrews mengatakan hal tersebut tetap akan menjadi keharusan paling tidak sampai akhir tahun dan kemungkinan diperpanjang lagi.

"Saya akan tetap mempertahankannya karena menurut saya ini merupakan hal yang penting," kata Andrews lagi.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.