Melek Digital, Solusi UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak utama roda perekonomian Indonesia. UMKM menyumbang 60,34 persen dari total PDB nasional. Dari 64 juta lebih UMKM yang ada, sekitar 50 persennya didirikan dan dijalankan oleh perempuan.

Di masa sulit seperti pandemi COVID-19, UMKM menjadi harapan bagi Indonesia untuk terus menjaga kestabilan ekonomi nasional. Sayangnya, kondisi pandemi justru memberikan dampak keterpurukan bagi para pelaku UMKM.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memaparkan data bahwa dari sekitar 64 juta jumlah UMKM, sekitar 50 persen harus tutup sementara akibat dampak negatif perekonomian karena pandemi COVID-19.

Salah satu cara bagi UMKM untuk dapat bertahan di masa pandemi ini adalah dengan mengadopsi digitalisasi. Namun, menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), tingkat keberhasilan UMKM untuk mengoptimalkan digitalisasi hanya sebesar 5 persen.

Faktor kegagalannya beragam, mulai dari minimnya pemahaman terkait teknologi maupun kurangnya akses untuk merambah pasar digital. Oleh karena itu, diperlukan gotong-royong bersama baik dari pemerintah maupun pihak swasta untuk mendukung gerakan digitalisasi bagi para pelaku UMKM.

Menyadari akan pentingnya dukungan bagi UMKM Indonesia agar dapat sesegera mungkin mengadopsi dan memanfaatkan digitalisasi, dibentuklah sebuah program pengembangan UMKM khusus bagi perempuan, yaitu Avrist Warrior Women.

Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications PT Avrist Assurance, menjelaskan, tahun ini Avrist Warrior Women masih terus berfokus pada upaya untuk mengakselerasi kesejahteraan UMKM.

"Namun kali ini, kami perkaya dengan materi pembelajaran mengenai digitalisasi bisnis. Karena kami meyakini digitalisasi merupakan langkah krusial yang harus segera dilakukan oleh UMKM agar dapat bertahan dan bersaing di masa pandemi seperti saat ini," ujarnya saat webinar Avrist Warrior Women yang diinisiasi oleh Avrist Assurance, Selasa 24 November 2020.

Ernest menjelaskan, program ini dikemas dalam seri webinar yang mengedepankan tema bahasan Digitalisasi UMKM Indonesia. Program ini akan diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu pada 26 November, 1 dan 4 Desember 2020.

"Peserta webinar akan dibekali pengetahuan mengenai produk asuransi kesehatan digital, yang sangat cocok bagi para pelaku UMKM, karena jajaran benefit yang memberikan perlindungan komprehensif dengan biaya premi terjangkau, mulai dari rawat inap hingga rawat jalan, serta pelayanan 100 persen yang berbasis online," tutup Ernest Febrianto.